Pemkab Ingin Lebih Banyak BUMDes Ada di Bantul

Pihaknya mengupayakan agar kelurahan yang belum memiliki BUMDes bisa segera mendirikannya.

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Belum banyaknya desa di Bantul yang mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu upaya menyejahterakan rakyatnya, membuat pemerintah daerah berupa mendorong agar jumlah BUMDes di Bantul makin bertambah.

Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bantul, Suprianto, mengungkapkan dari 75 desa di Bantul baru ada sejumlah 23 BUMDes yang berdiri.

Karenanya, pihaknya mengupayakan agar kelurahan yang belum memiliki BUMDes bisa segera mendirikannya.

"Dari 23 itu bentuknya bervariatif, sebagian besar simpan-pinjam," tuturnya pada Selasa (9/2/2016).

Menurutnya dari berbagai BUMDes yang ada di Bantul hanya sedikit yang bisa berjalan bagus dengan omzet yang cukup besar.

Seperti BUMDes Desa Tirtonirmolo yang mengelola banyak usaha atau BUMDes Desa Panggungharjo yang mengupayakan pengelolaan sampah sehingga memiliki nilai lingkungan.

Menurutnya pemerintah desa sebenarnya juga bisa mengembangkan BUMDes sesuai potensi desanya dan tidak hanya berkutat pada usaha simpan-pinjam.

Dia mencontohkan BUMdes bisa berupaya usaha katering, persewaan alat pertanian, bahkan mungkin juga berupa usaha pengelolaan wisata yang ada di desa sehingga bisa mendorong perekonomian desa.

"Kalau desa ingin sejahtera harus mulau begitu (bentuk BUMDes), tapi BUMDes jangan sampai hanya jadi 'sapi perah' dan mematukan usaha lainnya yang ada di sana," paparnya.

Suprianto memahami masih ada beberapa hambatan yang bisa membuat pemerintah desa ragu mengembangkan BUMDes seperti persepsi yang berbeda pada regulasi apakah yang harus berbadan hukum BUMDes atau unit usahanya.

Halaman
12
Penulis: apr
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved