Sniper 'Daesh Hunter' Diduga Tembak Tiga Pimpinan ISIS di Libya
Tiga bos ISIS diduga telah ditembak oleh orang yang sama. Mereka dibunuh di pesisir kota Sirte yang sudah dikuasai kelompok itu tahun lalu.
Penulis: say | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM - Seorang sniper (penembak jitu) misterius yang dijuluki Daesh Hunter diduga telah menembak tiga pimpinan ISIS di kota Libya.
Ia dianggap sebagai pahlawan bagi orang-orang yang tinggal di bawah kekuasaan kelompok radikal itu.
Sebagaimana dikutip dari mirror.co.uk, Senin (8/2/2016), tiga bos ISIS diduga telah ditembak oleh orang yang sama. Mereka dibunuh di pesisir kota Sirte yang sudah dikuasai kelompok itu tahun lalu.
Pimpinan pertama yang dibunuh yakni seorang warga Sudan bernama Hamad Abdel Hady yang dijuluki Abu Anas Al Mujaher. Ia diduga menjadi pejabat di pengadilan syariah lokal.
Selanjutnya Abu Mohammed Dernawi yang terbunuh pada 19 Januari di dekat rumahnya.
Pada tanggal 23 Januari, Abdullah Hamad al Ansari, seorang komandan dari Libya selatan ditembak mati saat meninggalkan masjid.
Salah satu sumber mengatakan, saat ini ada "negara teror" di jajaran Negara Islam.
"Militan secara acak melakukan penembakan dari udara untuk menakut-nakuti penduduk sambil mencari penembak jitu," kata sumber tersebut.
Sebelumnya, muncul kabar bahwa Towie, seorang ibu asal Inggris yang membawa balitanya ke Suriah bergabung dengan ISIS. Biaya perjalanan perempuan itu didanai dengan pinjaman mahasiswanya.
Tareena Shakil dilaporkan memperoleh uang tunai sebelum pergi secara diam-diam ke kelompok teror kubu Raqqa. Perempuan 26 tahun itu mengatakan pada keluarga ingin pergi ke sebuah pantai di Turki untuk berlibur. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menembak-mati_20160208_121925.jpg)