Talud Longsor, Arus Jalan di Purworejo-Magelang Dibuat Sistem Buka Tutup
Ruas jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Purworejo dan Magelang ini mengalami longsor sejak Sabtu (6/2/2016) dini hari.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Arus lalu lintas di perbatasan jalur Purworejo-Magelang melalui Salaman, Kabupaten Magelang, tersendat, Minggu (7/2/2016).
Hal ini lantaran jalur utama menuju Purworejo dari Magelang, tepatnya di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman mengalami longsor. Sehingga, mengancam kendaraan yang melintas di atasnya.
Bahrur, warga Margoyoso mengatakan, ruas jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Purworejo dan Magelang ini mengalami longsor sejak Sabtu (6/2/2016) dini hari.
Akibat longsor ini, pohon perindang jalan dan senderan jalan sepanjang 15 meter dan kedalaman 20 meter ini ambrol dan rawan dilewati.
“Saat kejadian ini, saya sempat mendengar adanya bunyi gemuruh. Seperti ada batu dan tanah yang ambrol. Ternyata benar ada bahu kiri jalan yang longsor,” ujarnya saat ditemui Tribun Jogja, Minggu (7/2/2016).
Bahrur menjelaskan, pasca kejadian ini, warga kemudian memasang rambu-rambu berupa tulisan. Rambu-rambu tulisan tersebut dipasang dari jarak 100 meter sebelum lokasi bahu jalan yang longsor.
Kemudian di lokasi yang longsor dipasang tong sebagai tanda untuk berjalan pelan-pelan.
“Warga yang khawatir jika dilewati kendaraan berat, kemudian dipasang rambu-rambu berupa tong agar berhati-hati. Selain itu, dibuat jalur satu arah bergantian,” kata Aji Sasmito, warga lainnya.
Akibat pemberlakuan sistem buka tutup jalan ini, arus kendaraan menuju Purworejo dan sebaliknya menjadi sedikit tersendat. Akan tetapi, hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan jalan lebih parah.
“Kami sangat berharap ada perbaikan dan pembangunan dari pemerintah. Hal ini agar jalan menjadi aman untuk dilewati,” paparnya.
Sementara itu, kejadian tanah longsor juga terjadi di sejumlah titik wilayah Kecamatan Borobudur dan Salaman.
Berdasarkan data yang ada, talud rumah milik Jemilah (70), warga Dusun Ngaglik, Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur, longsor diperkirakan pada pukul pukul 19.00 WIB, Jumat (5/2/2016).
Akibat talud yang longsor, salah satu tiang rumahnya posisinya mengantung di longsoran.
Talud yang longsor tersebut persis di belakang rumahnya, kemudian material longsoran tersebut menutupi akses jalan kampung dan menimpa sepeda motor Ninja milik salah satu warga. Beruntung, pengendara tidak tertimpa hanya sepeda motornya saja yang rusak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Pranowo, menjelaskan, rumah milik korban terpaksa dibongkar karena ada sebagian material rumah yang dikhawatirkan akan membahayakan rumah korban.
“Akibat kejadian ini diperkirakan kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta. Kami juga telah mengirimkan logistik untuk korban,” jelasnya. (tribunjogja.com)