Pilkada Sleman

Sri Purnomo-Sri Muslimatun Dilantik Februari Ini

Pasangan calon bupati dan wakil bupati pemenang Pilkada Sleman 2015, Sri Purnomo-Sri Muslimatun dipastikan resmi menjabat kursi pimpinan di bulan ini

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Angga Purnama
Ilustrasi: Sri Purnomo didampingi istri, Kustini setelah menyalurkan hak pilihnya di TPS 24, Rabu (9/12/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pasangan calon bupati dan wakil bupati pemenang Pilkada Sleman 2015, Sri Purnomo-Sri Muslimatun dipastikan resmi menjabat kursi pimpinan di bulan ini.

Rencananya keduanya akan dilantik pada 17 Februari 2016 nanti.

Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman akan menggelar rapat paripurna terkait pengesahan keduanya untuk duduk di kursi orang nomor satu dan dua di Kabupaten Sleman.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Menteri Dalam Negeri yang memberikan putusan final terkait pengangkatan keduanya.

Wakil Ketua DPRD Sleman, Inoki Azmi Purnomo memastikan keduanya akan dilantik sesuai dengan keputusan dari Mendagri atas rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD Sleman. Ia juga memastikan tidak ada permasalahan dalam rencana pelantikan keduanya.

“Permasalahan sudah selesai setelah Pimpinan Dewan menghadap ke Mendagri untuk membahas rekomendasi pelantikan bupati dan wakil bupati,” ungkapnya ketika dihubungi Tribun Jogja, Minggu (7/2/2016).

Bahkan permasalahan status Sri Muslimatun yang masih tercatat sebagai anggota dewan bukan lagi menjadi kendala setelah Mendagri menerima usulan pelantikan dan memberikan rekomendasi untuk segera dilakukan pelantikan.

Hal tersebut tentu menjadi angin segar setelah sekian lama kubu Santun menantikan kepastian.

“Di syarat pelantikan, hal itu (syarat pengunduran diri sebagai anggota dewan) tidak termasuk. Insya Allah tidak ada masalah,” katanya.

Terkait dengan adanya dualisme jabatan yang diemban oleh Sri Muslimatun lantaran belum adanya surat pemberhentian sebagai anggota dewan dari DPRD Sleman, politisi PAN itu menyerahkan mekanisme kepada Mendagri.

Pasalnya pimpinan DPRD Sleman hanya menjalankan sesuai dengan petunjuk Mendagri.

“Yang memutuskan Mendagri, sehingga kami hanya mengikuti saja sesuai dengan arahan,” paparnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved