Sang Surya Menggema di Pawai Ta'aruf Musyda

Bentuk penentangan yang terus dia alami ternyata tak menyurutkan semangat juangnya untuk meluruskan ajaran Islam sesuai dengan pengetahuannya.

tribunjogja/ronarizkhybunga
Peserta Pawai Taaruf menyongsong Musyda yang sedang menampilkan pertunjukan terbaik mereka di depan para tamu undangan, Sabtu (6/1) di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.pawai 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rona Riezkhy Bunga

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyaknya masyarakat penganut agama islam yang kala itu melenceng ke arah bid'ah dengan memercayai hal mistik dan menggunakan arah kiblat yang tidak tepat, kemudian mengundang kegelisahan Ahmad Dahlan.

Upaya Ahmad Dahlan dalam meluruskan hal tersebut ternyata berujung penentangan dari kyai sesepuh di Yogyakarta pada masanya.

Bentuk penentangan yang terus dia alami ternyata tak menyurutkan semangat juangnya untuk meluruskan ajaran Islam sesuai dengan pengetahuannya.

Bersama istri dan murid setianya, kemudian Ahmad Dahlan melahirkan organisasi Muhammadiyah.

Itulah salah satu cerita berdirinya Muhaamdiyah yang ditampilkan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam pawai ta'aruf dalam rangka menyongsong musyawarah daerah (Musyda) Muhammadiyah, Sabtu 6 Februari 2016.

Pawai tersebut dimulai dari Balai Kota Yogyakarta dan berakhir di SMK Muhammadiyah Yogyakarta sebagai tempat berlansungnya Musyda, 13-14 Februari mendatang.

"Setidaknya sejumlah 60 sekolah Muhammadiyah, 16 pimpinan cabang, dan sekitar 7500 partisipan ikut ambil bagian dalam acara ini. Selain pawai juga akan diadakan lomba lukis tanggal 14 Februari mendatang dan masih dalam rangka menyemarakkan musyda. Kemudian tradisi kami adalah tidak akan melangsungkan kegiatan ketika adzan dzuhur berkumandang. Jadi, ini akan berhenti ketika adzan dzuhur," ujar Endra Widya Arsono selaku Ketua Panitia Semarak Musyda.

Lagu Sang Surya pun menggema dalam acara pawai. Banyak partisipan yang membawakan lagu yang merupakan mars Muhammadiyah tersebut. Hal ini seakan membangkitkan semangat para kader Muhammadiyah untuk menyambut pemimpin yang baru.

Komandan pawai ta'aruf, Eddi Prajaka, juga menyampaikan bahwa acara tersebut juga dibantu oleh Kokam, Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan, untuk mengamankan berlangsungnya pawai sehingga berjalan lancar, sesuai dengan harapan.

Seluruh sekolah dengan payung Muhammadiyah tersebut terlihat antusias dan berusaha yang terbaik untuk tampil dan menghibur masyarakat dengan drum band, menari, maupun bermain teater secara singkat.

Mereka berpakaian khas masing-masing, misalnya menggunakan pakaian lurik, berkebaya, kostum hanoman, dan kostum andalan tiap sekolah terlihat meramaikan jalanan dari Balai Kota hingga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Dengan diadakannya pawai ta'aruf tersebut, panitia hendak melakukan syiar Muhammadiyah. Menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwasanya akan ada pemimpin baru Muhammadiyah yang dipilih melalui Musyda.

"Saya berharap Musyda nanti akan berjalan dengan lancar dan tertib, menghasilkan pimpinan yang amanah, yang dapat melaksanakan program periode 2015-2020 khususnya program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Upayakan supaya Muhammadiyah lebih maju dan bermanfaat lagi dan bersinergi dengan pemerintah kota," ujar Aris Madani, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Yogyakarta. (tribunjogja.com)

Penulis: una
Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved