Pentas Mangayubagya Jumenengan PA X Digelar Mulai Siang Ini

sejumlah masyarakat Yogyakarta berinisiatif menggelar pentas seni tradisi yang bertajuk Pentas Mangayubagyo.

Pentas Mangayubagya Jumenengan PA X Digelar Mulai Siang Ini
Tribun Jogja/ M Resya Firmansyah
KGPAA Paku Alam X seusai dijumenengkan di Bangsal Sewatama, Puro Pakualaman pada Kamis (7/1/2015) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebulan sudah KBPH Suryodilogo dinobatkan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X.

Sebagai bentuk rasa syukur dan suka cita terhadap penobatan raja Pakualam tersebut, sejumlah masyarakat Yogyakarta berinisiatif menggelar pentas seni tradisi yang bertajuk Pentas Mangayubagyo.

Pentas Mangayubagyo tersebut akan diselenggarakan Sabtu (6/2/2016) di Kagungan Dalem Alun-alun Sewandanan Pakualaman Yogyakarta.

Acara ini akan dimulai pukul 12.30 WIB dan akan dilangsungkan hingga Minggu dini hari. Setidaknya ada lima kelompok seni yang akan ikut ambil bagian dalam acara tersebut.

Sendratari Kolosal Reog Wayang dari Karang Taruna, Tunas Karang Kemuning, Brosot, Galur, Kulonprogo, akan tampil pada sesi pertama sebagai pembuka acara kesenian tersebut. Sendratari ini merupakan penampil unggulan dalam Karnaval Kemerdekaan Kulonprogo tahun 2015 lalu.

Setelah penampilan sendratari, maka akan dilanjutkan dengan Reog Prajuritan, Tresno Budoyo, dari Tanjungsari Gunungkidul yang merupakan juara pertama Festival Reog Gunungkidul tahun 2015 lalu.

Kemudian jathilan “Arum Sari” dari Pedes, Argomulyo Sedayu Bantul yang tercatat pernah menjuarai Festival Jathilan DIY tahun 2011 lalu akan menutup pentas seni mangayubagyo tersebut disore hari.

Tak berhenti disitu saja, pentas seni tersebut akan dilanjutkan pada malam harinya pukul 19.00 WIB. Pada sesi ke empat tersebut, akan digelar kesenian macapat dari Pawiyatan Macapat Sestramardawa Kadipaten Pakualaman. Dalam sesi ini, masyarakat juga dapat menunjukkan bakatnya dikesenian macapat secara spontanitas.

Pentas seni Mangayubagyo tersebut akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit bersama dalang Ki Simun Cermojoyo dengan lakon Semar Bangun Khayangan.

Pagelaran wayang kulit tersebut rencananya akan dimulai pukul 21.00 WIB dan diawali terlebih dahulu dengan sambutan oleh KGPAA. Paku Alam X.

Sambutan tersebut sekaligus pemberian piagam penghargaan untuk lembaga/komunitas relawan masyarakat yang terlibat dan mendukung pelaksanaan acara jumenengan.

"Ini merupakan bentuk rasa syukur, dan masyarakat turut bahagia,suka cita atas jumenengan KGPAA. Paku Alam X. Dan kedepannya diharapkan, dengan bersatunya kasultanan Ngayogyakarta dan Pakualaman bisa lebih mengayomi masyarakat Yogyakarta," ujar Widihasto Wasana Putra selaku Ketua Acara Pentas Mangayubagya. (*)

Penulis: una
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved