Nasib Warga Bantul Eks Gafatar Masih Tanda Tanya
Meski telah dipulangkan, nasib sejumlah warga eks Gafatar yang dipulangkan masih menjadi tanda tanya.
Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 45 warga Bantul eks Gafatar akhirnya dipulangkan ke keluarga masing-masing pada Jumat (5/2/2016).
Hal itu dilakukan setelah mereka menjalani pembinaan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bantul, Bangunharjo, Sewon selama empat hari.
Meski telah dipulangkan, nasib sejumlah warga eks Gafatar yang dipulangkan masih menjadi tanda tanya.
Gunarto (50) salah satu warga eks Gafatar asal Siyangan, Triharjo, Pandak mengaku masih bingung tentang nasibnya ke depan setelah dipulangkan ke kampung halamannya.
Pasalnya, semua harta bendanya sudah dijual dan dia kini juga tidak memiliki pekerjaan lagi.
"Tidak punya apa-apa, masih tanda tanya, seperti harus memulai dari nol," ungkapnya.
Pria yang dulunya bekerja sebagai tukang giling padi ini masih mengaharapkan ada bantuan dari pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka.
Menurutnya dalam pembinaan mereka baru ditanyai tentabg minat dan rencana mereka ke depan, Gunarto sendiri berharap bisa membuka usaha dagang.
Gunarto sendiri merupakan salah satu warga eks Gafatar yang hampir tidak bisa kembali ke kampungnya, namun menurutnya masalah tersebut telah diselesaikan dengan baik sehingga dia bisa pulang ke desanya.
Hal tersebut dibenarkan Camat Pandak Agus Sulistyono, menurutnya keluarga Gunarto bisa diterima kembali di masyarakat setelah menyetujui kesepakatan dari masyarakat
"Dia sudah bersepakat untuk mengikuti adat dan norma perilaku di masyarakat termasuk norma agama," ujarnya.
Karena sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi menurutnya Gunarto akan tinggal bersama kerabatnya. Warga masyarakat tetangga Gunarto pun menurutnya siap menjemput mereka nantinya sesampainya di kecamatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemulangan-eks-gafatar-btl_20160206_102017.jpg)