Sore Ini, Jagongan Literasi Angkat Tema Film dan Pendidikan Kritis
Masyarakat perlu memahami proses bagaimana sebuah ideologi deibentuk, dikonsumsi, dan direpresentasi.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yayasan Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) menggelar Jagongan Literasi #2 yang mengangkat tema "Film dan Pendidikan Kritis", sore ini, Minggu (31/1/2016), di Jalan Prof Dr Soepomo No 121, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta, pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
"Program ini menanam harapan agar film, sebagai satu di antara bagian dari media, dapat menjadi organisasi pengetahuan yang jernih dan memiliki perspektif," Eni Puji Utami, Direktur FFPJ, kepada Tribun Jogja.
Eni mengimbuhkan bahwa sebuah karya diciptakan bukan tanpa kepentingan. Masyarakat perlu memahami proses bagaimana sebuah ideologi deibentuk, dikonsumsi, dan direpresentasi.
"Pembentukan ideologi dipengaruhi banyak hal. Pengendapan konten akademis dalam diri pembuat film, sangat didukung oleh siapa lembaga yang menjadi mesin penggeraknya. Selain itu, dukungan pengalaman di lapangan dan situasi sosial-politik di luar juga menentukan bagaimana konstruksi atas sebuah ideologi itu dibangun," terangnya.
Pendidikan kritis dalam membedah isi sebuah tontonan sangat diperlukan untuk membekali penonton, khususnya pelajar, agar memiliki literasi media yang cukup.
Kemampuan melihat sebuah fenomena yang disajikan dengan banyak sudut pandang yang tidak muncul secara tiba-tiba.
Jagongan Literasi hadir untuk menjadi wadah saling melempar gagasan, juga memperkaya cara pandang pelajar terhadap fenomena yang tersaji dalam sebuah tontonan.
Hadir sebagai pembicara adalah BW Purbanegara, pembuat film pendek yang karyanya diapresiasi hingga tingkat mancanegara di berbagai festival film internasional.
BW akan berbagi dengan para partisipan untuk menjadi manusia yang memiliki perspektif dalam berkarya, maupun dalam bersikap terhadap fenomena yang tersaji dalam tontonan. (tribunjogja.com)