Keluarga dan Masyarakat Harus Bisa Terima Eks Gafatar

danya penolakan dari masyarakat maupun keluarga, terhadap para anggota eks Gafatar, akan membuat mereka kembali ke kelompok-kelompok yang menyimpang.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ikrob Didik Irawan
tribunjogja/santoari
10 keluarga yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keluarga Korban Gafatar berkumpul ke Lembaga Kajidan dan Bantuan Hukum (LKBH) UII, Sabtu (30/1/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masih adanya penolakan dari masyarakat maupun keluarga, terhadap para anggota eks Gafatar, akan membuat mereka kembali ke kelompok-kelompok yang menyimpang.

Hal tersebut diutarakan Pengamat Sosial UGM, Prof Dr Susetiawan SU, belum lama ini.

“Keluarga dan masyarakat secara bersama-sama harus bisa menerima mereka kembali. Membuat anggota eks Gafatar dan masyarakat bisa hidup bersama kembali adalah hal utama yang perlu dilakukan,” urainya.

Susetiawan menambahkan, pemerintah juga perlu membuat program pemberdayaan bagi eks pengikut Gafatar.

Bukan dalam bentuk pemberian bantuan secara fisik saja, akan tetapi bantuan yang lebih berkelanjutan.

Satu hal yang terpenting adalah memberikan jaminan bagi kelangsungan hidup mereka agar tidak terjerat kemiskinan.

“Pemerintah patut memikirkan penyediaan lapangan kerja bagi pengungsi eks Gafatar ini,” tegasnya.

Secara terpisah Psikolog Sosisal UGM, Prof Dr Faturochman mengatakan bahwa penerimaan oleh keluarga dan lingkungan merupakan cara yang cukup efektif untuk memulihkan kembali eks Gafatar untuk kembali hidup bermasyarakat.

“Kalau sudah ada kesadaran untuk kembali, yang paling pokok adalah support dari keluarga, tetangga, serta lingkungan untuk mereka,” tuturnya.

Menurutnya pendekatan secara psikologis diperlukan untuk para eks gafatar ini.

Bimbingan secara psikologis perlu diberikan oleh psikolog agar mereka yakin untuk menjalani kehidupan lagi di masyarakat secara normal.

“Bisa dilakukan melalui pendekatan realistis dengan meyakinkan mereka bahwa tidak mudah untuk mewujudkan keinginan memperoleh kehidupan yang sempurna seperti yang dijanjikan kelompok Gafatar,” jelasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved