Generasi Muda Harus Bisa Menjadi Leader
Generasi muda sebagai penerus bangsa bisa menjadi leader di negeri sendiri dalam menghadapi pasar bebas
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ribuan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Wonosari mendapatkan penyuluhan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA), Kamis (28/1/2016).
Melalui sosialisasi ini, diharapkan generasi muda sebagai penerus bangsa bisa menjadi leader di negeri sendiri dalam menghadapi pasar bebas tingkat Asean tersebut.
Penyuluhan tersebut dimulai di SMK 2 Wonosari dengan diikuti oleh 1200 siswa, SMK Maarif dan Yappi dengan peserta sekitar 700 orang dan SMK Muhammadiyah 1 Playen sekitar 300 peserta.
Penyuluh hukum Kantor Wilayah Hukum dan Ham DIY, Rudi Susatyo, mengatakan penyuluhan digelar secara serentak di seluruh Indonesia dengaan jumlah peserta 1 juta orang.
Kegiatan ini diselenggarakaan untuk menyiapkan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi pasar bebas Asean yang sudah dimulai 2016 ini.
“Kami ingin menyiapkan, terutama generasi muda untuk menghadapi MEA,” katanya saat melakukaan penyuluhan di SMK Maarif Wonosari.
Menurut Rudi mulai dilaksanakannya MEA ini merupakan peluang bagi anak bangsa untuk bisa unjuk gigi di hadapan negara-negara Asean lainnya.
Masyarakat, terutama generasi muda harus bisa menjadi leader di negaranya sendiri dan bukan malah menjadi penonton saja.
Seluruh elemen masyarakat harus bisa mengambil peluang ini sehingga pelaksanaan MEA benar-benar memberikan manfaat bagi Bangsa Indonesia.
Untuk mencapai hal itu, mulai sejak dini, masyarakat harus bisa meningkatkaan skil dan sumber daya manusia (SDM).
Dengan skill yang mumpuni dan SDM yang berkualitas, bangsa Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara di Asean.
“SDM kita sangat memungkinkan untuk menjadi leader. Kita hanya perlu meningkaatkaan skill dan SDM saja,” jelasnya. (*)