Perusahaan Migas Pilah Proyek

Jatuhnya harga minyak di kisaran US$ 30 per barel nyaris mendekati ongkos operasional beberapa perusahaan minyak dan gas bumi.

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Jatuhnya harga minyak di kisaran US$ 30 per barel nyaris mendekati ongkos operasional beberapa perusahaan minyak dan gas bumi.

Bahkan, mereka terancam merugi bila harga minyak anjlok di kisaran US$ 20 per barel.

Chief Operation and Commercial Officer PT Saka Energi Indonesia, Tumbur Parlindunga mengatakan, tahun lalu break event point (BEP) produksi minyak dan gas (migas) Saka Energi sekitar US$ 25 per barel.

Adapun tahun ini, service cost untuk drilling diproyeksi akan mengalami penurunan. Sebab vendor perusahaan drilling sudah bersedia menurunkan biaya drilling ke Saka Energi sebesar 20-30 persen per barel dibandingkan biaya tahun lalu.

Oleh sebab itu, Saka optimistis masih bisa mendapatkan keuntungan. Dengan penurunan biaya drilling. "BEP production minyak di kisaran US$ 20 per barel sampai US$ 23 per barel," ujar Tumbur kepada KONTAN, Minggu (24/1/2016).

Selengkapnya simak di halaman 3 Tribun Jogja edisi Senin (25/1/2016). (*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved