BJ Habibie : Teroris Itu Orang-orang Gila

Habibie juga mengatakan, karena adanya terorisme di Indonesia maka laju pembangunan dan stabilitas negara akan terganggu.

Penulis: una | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Rona Rizkhy
BJ Habibie saat di kampus UGM, Jumat (22/1/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rona Rizkhy Bunga Chasana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mantan Presiden RI, Prof Dr Ing BJ Habibie, ikut mengomentari kasus terbaru terorisme di Tanah Air, yaitu pengeboman dan penembakan di dekat Plasa Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) pekan lalu.

Ia, antara lain, menyebut pelaku teror sebagai orang gila.

"Mereka adalah orang-orang gila, dan tidak ada kaitannya dengan Islam. Membunuh orang yang tidak bersalah dan tak ada kaitannya dengan apapun, adalah suatu tindakan kriminal. Tak ada agama yang mengajarkan membunuh orang yang tidak setuju dengan keyakinan mereka," ujarnya, Jumat (22/1/2016), saat menghadiri penganugerahan gelar Honoris Causa Dato' Sri Prof Tahir MBA, pendiri Grup Mayapada, di Balai Senat Gedung Pusat UGM, Sleman, DIY.

Habibie juga mengatakan, karena adanya terorisme di Indonesia maka laju pembangunan dan stabilitas negara akan terganggu.

Karena itu, ujarnya, negara dan seluruh masyarakat harus tegas menolak dan tidak membenarkan terorisme dalam bentuk apa pun.

"Teroris itu orang yang tidak bisa memperjuangkan keinginannya karena mereka tidak didengar. Mau ikut pemilu gak masuk di DPR, mau berbicara di surat kabar tidak bisa. Satu-satunya jalan, dia lempar bom, dan membunuh orang-orang yang tidak bersalah," katanya menambahkan. (*)

Selengkapnya, baca di halaman 12 Tribun Jogja edisi hari Sabtu (23/1/2016)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved