Kali Pertama, Astronot Tanam Bunga di Luar Angkasa

Tanaman itu kemudian dipotong dan disimpan di suhu minus 80 derajat untuk dibawa kembali ke bumi agar dapat dipelajari

Kali Pertama, Astronot Tanam Bunga di Luar Angkasa
Twitter @StationCDRkelly
Untuk pertama kalinya astronot NASA menanam bunga di luar angkasa. Dua minggu periode pertumbuhan, bunga berwarna oranye itu menderita kelembaban tinggi dan aliran udara rendah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk pertama kalinya astronot NASA menanam bunga di luar angkasa. Dua minggu periode pertumbuhan, bunga berwarna oranye itu menderita kelembaban tinggi dan aliran udara rendah.

Seperti dilansir CBS News, bunga Zinia ditanam kapal Stasiun Luar Angkasa Internasional Veggie November lalu. Itu dilakukan untuk memberikan informasi tentang tanaman lain yang dapat tumbuh di luar angkasa.


Foto: twitter.com/@StationCDRKelly

Setelah dua minggu periode pertumbuhan, astronot NASA, Kjell Lindgren mencatat bahwa tanaman itu mengalami kelembaban tinggi dan kekurangan aliran udara. Upaya untuk memperbaiki masalah itu ditunda karena perjalanan ruang angkasa tidak direncanakan pada pertengahan Desember.

Setelah dapat melakukan perjalanan, astronot memutar kipas berkecepatan tinggi di ruang Veggie untuk mengeringkan daun. Namun upaya itu terlambat karena jaringan dalam daun mulai mati dan jamur tumbuh.

Astronot Scott Kelly mengambil peran merawat bunga itu setelah Lindgren kembali ke bumi pada 18 Desember 2015.

Kelly memotong jaringan tanaman yang berjamur, membersihkan permukaan tanaman dengan tisu dan memutar kipas berkecepatan tinggi untuk menjaga ruang Veggie kering.


Foto: twitter.com/@StationCDRKelly

Namun pada malam Natal, Kelly melaporkan masalah baru kepada tim bahwa kipas tersebut mengeringkan tanaman.

Menurut Kelly, tanaman membutuhkan air lebih banyak meskipun jadwal penyiraman berikutnya tidak sampai 27 Desember.

Menurut halaman misi NASA, tim Veggie telah membuat pedoman dasar perawatan Zinnia, tetapi mereka melupakan hal-hal fisik yang bekerja pada tanaman.

Tim astronot kembali ke bumi untuk belajar lebih banyak tentang bunga Zinnia. Tak lama setelah Natal, dua dari tanaman yang bermasalah itu mati.


Foto: twitter.com/@StationCDRKelly

Tanaman itu kemudian dipotong dan disimpan di suhu minus 80 derajat untuk dibawa kembali ke bumi agar dapat dipelajari.

"Pengalaman yang tak terduga ini telah menawarkan kesempatan berlimpah untuk belajar dan pemahaman yang lebih baik untuk perjalanan masa depan ke Mars," ungkap tim astronot di laman NASA.

Pada tanggal 8 Januari, Kelly membuat tweet soal kemajuan bunga zinnia yang tersisa.

Dalam tweet-nya, Kelly mengatakan bahwa bunga luar angkasa itu segar kembali dan tidak terlihat layu. (*)

Penulis: say
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved