Selama 2015, Baki Debit UMKM DIY Tercatat Menurun
Diduga ada penurunan skala usaha debitur yang menyebabkan penyerapan plafon menurun.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nilai baki debit (saldo pokok plafon pinjaman) untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY pada 2015 lalu menurun 2,79 persen dibanding tahun sebelumnya.
Diduga ada penurunan skala usaha debitur yang menyebabkan penyerapan plafon menurun.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan mengatakan, baki debit pada 2015 hanya di angka Rp12,2 triliun.
Di tahun sebelumnya nilai baki debit berada di level Rp12,6 triliun. Di sisi lain, jumlah rekening debitur sebetulnya mengalami peningkatan dari 298.744 rekening pada 2014 menjadi 321.425 rekening di tahun 2015.
“Ada pertumbuhan jumlah rekening 7,59 persen namun nominalnya malah menurun. Kemungkinan ada skala usaha debitur yang menurun sehingga tidak optimal dari sisi plafon yang digunakan,” kata Hilman, Rabu (13/1/2016).
Pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab menurunnya nominal baki debit tersebut.
Hanya saja, kondisi perekonomian nasional dan iklim usaha yang sempat melemah pada 2015 lalu ada kemungkinan menjadi satu di antara faktor penyebabnya.
Karena usahanya kurang berjalan cepat menghasilkan laba, debitur dari kalangan pengusaha kecil ini akhirnya hanya menggunakan sebagian plafonnya saja.
Pihak bank menurut Hilman sebetulnya sudah mengucurkan kredit sesuai plafon hanya saja serapan nasabahnya memang tidak bisa optimal.
Di sisi lain, debitur lama juga masih memiliki kewajiban melunasi hutang kreditnya sehingga menahan diri untuk mengunakan banyak pinjaman.
“Atau, bisa juga karena debitur bersangkutan sudah memiliki modal lain. Misalnya, dia baru jual tanah lalu dapat dana segar,” kata dia.(*)