Harga Turun, Peningkatan Penjualan Premium Sempat Picu Antrian di Bantul

Antrian kendaraan mengular hingga jalan di depan SPBU untuk mendapatkan pertamax. Pasalnya, stok premium sudah habis.

Penulis: apr | Editor: oda
tribunjogja/anasapriyadi
Antrian kendaraan untuk mendapatkan perramax terjadi di spbu bantul kota pada rabu (6/1/2016), karena habisnya stok premium. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai Selasa (5/1) membuat penjualan premium meningkat dalam sehari, akibatnya antrian panjang di sejumlah SPBU terjadi dalam dua hari terakhir.

Seperti yang terjadi di SPBU Bantul Kota pada Rabu (6/1/2016) siang, antrian kendaraan mengular hingga jalan di depan SPBU untuk mendapatkan pertamax. Pasalnya, stok premium sudah habis dan belum mendapat kiriman kembali.

"Pengirimannya agak terlambat, mungkin karena semua POM bensin minta, biasanya jam 9.00 sudah datang," kata Pimpinan SPBU Bantul Kota, Subroto pada Rabu (6/1/2016).

Broto mengakui melonjaknya penjualan premium pada hari pertama kenaikan di luar dugaan, dari tangki 30 ton untuk premium miliknya, dalam hari pertama kenaikan laku hingga 29 ton.

Padahal dalam hari biasanya hanya sekitar 23-24 ton. Antrian premium pada hari pertama pun sangat panjang hingga mencapai jalan raya.

"Mungkin kemarin waktu ada kabar penurunan mereka mengerem pembelian, setelah turun langsung pada beli," ujarnya.

Jika penjualan premium di SPBU Bantul Kota meningkat menurutnya penjualan pertamax pada hari pertama justru mengalami penurunan yaitu hanya sebesar 1,3 ton saja dibanding lasa hari biasa yang bisa mencapai 3 ton.

Broto sendiri meyakini stok BBM yang tersedia untuk Bantul masih mencukupi, hanya karena lonjakan konsumsi BBM masyarakat setelah harga turun membuat permintaan dari SPBU ke terminal BBM meningkat sedangkan armada untuk distribusi terbatas.

Premium sendiri mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 7.400/liter menjadi Rp 7.050/liter, sedangkan pertamax turun dari Rp 8.750/liter menjadi Rp 8.600/liter.

Penurunan terbesar terjadi pada solar dari Rp 6.700/liter menjadi Rp 5.650/liter. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved