REI DIY Optimis Sektor Properti Tumbuh di 2016

Setelah sempat terkena gejolak perlambatan ekonomi pada 2015, sektor properti di DIY diprediksi akan mulai bergairah pada 2016.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah sempat terkena gejolak perlambatan ekonomi pada 2015, sektor properti di DIY diprediksi akan mulai bergairah pada 2016.

Optimisme ini mengiringi proyeksi pemerintah yang memasang target pertumbuhan ekonomi yang cukup realistis. Hal lainnya yang menunjang sektor properti adalah penyederhanaan regulasi yang mulai diterapkan tahun ini.

Sektor properti di DIY mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis pada tahun lalu.

Akibat perlambatan ekonomi serta melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika, penjualan turun hingga sekitar 30 persen.

Target penjualan produk properti pada 2015 yang dipatok 2.950 unit terealisasi sebanyak 1900an unit saja hingga akhir 2015.

Ketua DPD REI DIY, Andi Wijayanto mengatakan, menghadapi 2016, pihaknya cukup optimis sektor properti bisa tumbuh kembali. Hanya saja, pihaknya pun menyesuaikan dengan proyeksi pemerintah.

"Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan sekitar 5,3 persen dengan inflasi sekitar 4,7 persen. Artinya, tahun ini ada pertumbuhan 4,9-5 persen. Hal ini menunjukkan optimisme pemerintah bahwa tahun ini bisa lebih baik. Kami di REI tentu mengikuti hal tersebut," katanya kepada Tribun Jogja, Minggu (3/1/2015).

Menurut Andi berdasarkan proyeksi tersebut, pihaknya optimis sektor properti bisa tumbuh 10-15 persen secara nasional.

Apabila dibawa ke konteks daerah, maka Yogyakarta dengan pasar properti penyumbang Rp3 triliun dari total nilai Rp300 triliun di tingkat nasional bisa terbawa.

Yogyakarta yang juga memiliki kapitalisasi 2-5 persen dari pasar nasional bisa tumbuh hingga Rp 3-3,5 triliun.

"Sementara dari sisi target, kami berharap bisa menyuplai 2.200 unit tahun ini. Optimisme ini selain mengikuti proyeksi pemerintah, juga ditunjang penyederhanaan regulasi yang diberikan melalui paket ekonomi beberapa waktu yang lalu. Yang penting sekarang adalah bagaimana mengawal implementasinya di daerah," paparnya.

Andi melanjutkan, hal lain yang menjadi perhatian pihaknya adalah mengenai konflik pembangunan apartemen. Menurutnya, hal ini harus disikapi secara benar melalui pencarian solusi yang efektif. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved