Proyek Gagal Lelang Tahun 2015 Capai 8 Miliar
Sebanyak delapan proyek yang mengalami gagal lelang dengan nilai anggaran mencapai delapan miliar.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Realisasi proyek fisik melalui mekanisme lelang pada tahun 2015 ini masih menyisakan sisa proyek yang gagal.
Sebanyak delapan proyek yang mengalami gagal lelang dengan nilai anggaran mencapai delapan miliar.
Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setda Kota Yogyakarta, Wasesa, menuturkan, proyek yang mengalami kegagalan lelang tersebut disebabkan oleh nihilnya peminat yang mau menerima kontrak proyek.
Ia mengatakan, selain karena mempetnya waktu pelelangan, kebanyakan pihak ketiga tengah atau sudah mengerjakan kegiatan proyek lain, sehingga khawatir tak mampu penuhi target penyelesaian yang telah ditentukan.
"Pihak ketiga sudah banyak mendapatkan proyek lain diluar proyek Pemkot, banyak yang tak sanggup karena takut tak dapat menyelesaikan kegiatan tepat waktu," ujar Wasesa, Minggu (3/1/2016).
Beberapa kegiatan yang gagal lelang antara lain adalah pengadaan seragam batik untuk pegawai, pengadaan seragam untuk Dinas Ketertiban, pembangunan saluran limbah rumah tangga, perawatan taman, dan pembangunan talud Kali Code, juga pemeliharaan Ruang Utama Atas, Ruang Utama Bawah Balaikota Yogyakarta.
"Selain alasan di atas, kesulitan dari proyek yang dilelangkan seperti dari pemeliharaan ruang utama atas dan bawah, tak mampu dikerjakan, sehingga peserta lelang memilih tak mengikuti lelang," tutur Wasesa.
Lanjut Wasesa, meskipun beberapa proyek fisik mengalami gagal lelang, namun jumlah persentase kegiatan yang selesai dikerjakan pada tahun 2015, meningkat dari tahun 2014 sebelumnya.
"Kegiatan fisik pada tahun 2015 tercapai sebanyak 95%, berbeda dengan tahun 2014 sebelumnya yang masih sekitar 77% terhitung pada bulan November tahun lalu," pungkas Wasesa. (tribunjogja.com)