Sepak Bola Pra-PON DIY Terancam Pincang
Kabar tak sedap justru diterima pasukan DIY, yang kemungkinan bakal ditinggal deretan pemain pilarnya.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pra-PON cabang olahraga sepak bola yang sempat beberapa kali mengalami penundaan, rencananya akan segera berlangsung pada bulan Januari ini.
Namun, kabar tak sedap justru diterima pasukan DIY, yang kemungkinan bakal ditinggal deretan pemain pilarnya.
Teranyar, kapten tim Sunni Hizbullah, memutuskan untuk absen dari tim sepak bola Pra-PON DIY, karena hendak mengikuti turnamen Piala Gubernur Jambi.
"Saya memperkuat salah satu tim lokal asal Jambi, sudah teken kontrak juga di sini, lagipula Pra-PON dari kemarin tak kunjung ada kejelasan," ujar Sunni.
Tak hanya Sunni seorang, tiga personil tim sepak bola Pra-PON DIY lainnya juga dipastikan turut ambil bagian di turnamen yang berlangsung pada 7-23 Januari ini. Tiga nama tersebut adalah Anjar Beni Saputro, Hendika Arga Permana dan Awaludin Saputra.
Keempatnya secara langsung sudah memohon izin pada penanggung jawab tim sepak bola Pra-PON DIY, Edyanto.
"Sudah minta izin ke Pak Edyanto, sebelumnya kami juga sudah mengantongi ijin dari Mas Seto," ungkap eks stoper Timnas U-23 tersebut.
Praktis, Edyanto mau tak mau harus melepas ketiganya, seraya menegaskan kalau mereka hampir pasti tak bisa membela skuat besutan Seto Nurdiyantara tersebut, karena laga final Piala Gubernur Jambi baru digelar pada 23 Januari.
"Kalau saja Pra-PON cabang olahraga sepak bola jadi bergulir pada bulan Januari, empat pemain tersebut dipastikan absen," kata Edyanto
Hal tersebut semakin diperparah dengan belum adanya kepastian bergabung dari deretan pemain klub-klub Indonesia Super League (ISL), yang memperkuat kesebelasannya di ajang Piala Jenderal Sudirman, seperti Martinus Novianto (Bali United), Bagas Adi Nugroho (PBR), hingga Dinan Yahdian Javier (Mitra Kukar).
”Untuk tiga pemain yang memperkuat klub ISL, sepertinya hanya Dinan yang akan sulit untuk kami panggil, karena Mitra Kukar masih bermain di semifinal Piala Jenderal Sudirman, sehingga peluang lolos ke final masih terbuka. Sedangkan Martinus dan Bagas kemungkinan bisa kami panggil kembali,” cetus Ediyanto. (*)