Desember Ini Inflasi Yogya Diprediksi Tipis

Selama Desember ini tidak ada kenaikan tarif listrik, bahan bakar minyak, maupun gas dan harga beras.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: oda
centralfutures.com
Ilustrasi: Inflasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia memprediksi angka inflasi selama Desember 2015 ini tidak akan begitu tinggi. Pasalnya, tidak ada tekanan akibat kenaikan harga produk tertentu yang terjadi pada bulan ini.

Kepala Kantor Perwakilan BI Yogyakarta, Arief Budi Santoso mengatakan, selama Desember ini tidak ada kenaikan tarif listrik, bahan bakar minyak, maupun gas dan harga beras.

Dengan demikian, tidak akan ada faktor tekanan yang mendorong melangitnya angka inflasi. Hal itu berbeda dengan kondisi pada Desember 2014 di mana inflasi cukup tinggi di kisaran 1,76 persen berbarengan melonjaknya tarif beberapa produk utama.

"Waktu itu kan ada kenaikan harga BBM dan gas tapi sekarang tidak ada. Inflasi pada Desember ini tidak akan setinggi itu," kata Arief, Minggu (27/12/2015).

Bahkan, lanjut dia, besar kemungkinan angka inflasi Yogya pada akhir tahun ini masih lebih kecil dari saat musim Lebaran lalu. Saat itu, angka inflasi berada di kisaran 0,63 persen.

Arief lebih melihat bahwa inflasi bulan ini bisa jadi akan sama dengan kondisi pada Desember 2013 yang hanya di level 0,16 persen.

Meski begitu, dia memperkirakan tekanan tetap masih akan datang dari jenis volatile food (barang yang harganya ditentukan mekanisme pasar).

Di antaranya cabe, bawang, dan daging ayam yang harganya punya kecenderungan melonjak saat permintaan pasar cukup tinggi. Hanya saja, tekanannya tidak terlalu besar.

"Inflasi kami perkirakan masih lebih rendah dari saat Lebaran. Masyaraat juga tidak perlu panik jika ada kenaikan harga komoditi. Stok sejauh ini masih cukup banyak," kata dia. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved