UKM di DIY Didorong Turut Mendaftar ke Bursa Efek

Hal itu diharapkan bisa mendongkrak jumlah investor lokal yang saat ini masih sangat sedikit.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perusahaan secara umum di DIY didorong untuk turut listing atau mendaftar ke pasar modal.

Hal itu diharapkan bisa mendongkrak jumlah investor lokal yang saat ini masih sangat sedikit.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan, kepemilikan investasi di pasar modal Indonesia saat ini masih banyak dikuasai asing.

Hanya 37 persen saja yang merupakan investor lokal sedangkan sisanya dari penanaman modal asing (PMA).

Maka itu, masyarakat harus terus didorong jadi investor agar komposisinya terbalik dan bisa menguasai pasar modal dalam negeri.

“Yogyakarta banyak sekali ada perusahaan skala menengah dan kecil. Ini sebuah potensi besar, mereka bisa go public dengan listing di pasar modal sebagai dan memanfaatkan pendanaan di bursa sana,” kata Irfan, Jumat (25/12/2015).

Persyaratan bagi sebuah perusahaan untuk melantai di bursa efek menurutnya cukup mudah. Yakni, nilai aset minimal Rp5 miliar serta usahanya sudah berdiri minimal setahun terakhir.

UKM di DIY menurutnya sudah cukup memenuhi persyaratan ini. BEI sendiri akan melakukan pendampingan untuk perbaikan sistem manajemen hingga laporan keuangannya sehingga mereka lebih siap memasuki pasar modal.

Pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada perusahaan-perusahaan dan UKM di Yogyakarta.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved