Maulid dan Kebangkitan Akhlak

Masyarakat sebelum kelahiran Nabi Muhammad disebut masyarakat jahiliah. Secara bahasa, kata jahiliah diambil dari kata jahil yang berarti bodoh.

Maulid dan Kebangkitan Akhlak
Dok pri
Mohammad Sholihul Wafi, Pegiat Forum Penulis Muda Jogja

TANGGAL 12 Rabiul Awal selalu kita peringati sebagai hari lahir Nabi Muhammad SAW. Hari lahir seorang nabi yang begitu dicintai dan dihormati para pengikutnya.

Betapa pentingnya makna kelahiran dan kehadiran Nabi Muhammad dapat dilihat jelas dari moralitas masyarakat sebelum kelahirannya dan setelah kematiannya.

Masyarakat sebelum kelahiran Nabi Muhammad disebut masyarakat jahiliah. Secara bahasa, kata jahiliah diambil dari kata jahil yang berarti bodoh.

Hanya, MM Azami dalam Studies in the Early Hadith Literature menyebutkan bahwa masyarakat Arab bukanlah sepenuhnya bodoh. Kaum elite Arab begitu melek huruf, mahir membaca dan menulis.

Masyarakat Arab mampu menggubah syair-syair yang bernilai sastra tinggi. Setiap tahun diselenggarakan festival sastra, karya pemenang digantung di dinding Kakbah.

Masyarakat Arab adalah pebisnis hebat yang berbisnis sampai ke mancanegara.

Masyarakat Arab pra-Islam disebut jahiliah lebih karena moralitasnya yang rusak.

Di dalam Alquran, kata jahiliah empat kali disebut. Semua itu lebih menunjukkan kebodohan perilaku daripada kebodohan ilmu (lack of knowledge).

Mereka diperbudak nafsu berkuasa yang menyebabkannya memperbudak sesama manusia. Birahi yang meraja membuat mereka haus akan wanita dan memperlakukannya dengan sangat nista.

Bahkan, anak-anak perempuan yang lahir dari rahim istrinya dikubur secara hidup-hidup.

Halaman
123
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved