Legowo Setelah Pengumuman Hasil Pilkada

Tak ada gugatan hukum muncul dari para paslon yang kalah.

Legowo Setelah Pengumuman Hasil Pilkada
Dok pri
Syahrul Kirom MPhil, Peneliti/Alumnus Pascasarjana UGM Yogyakarta

Justru dengan memiliki jabatan, tanggung jawab dan pekerjaan menumpuk sedang menunggu untuk diselesaikan, terutama dalam persoalan kerakyatan dari bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan politik.

Pemahaman atas jabatan harus dimaknai sebagai upaya mempertanggungjawabkan amanah kepada Tuhan, sehingga tanggung jawab atas jabatan bupati dapat dilaksanakan secara maksimal.

Bukan jabatan itu dimaknai secara politis dan dijadikan syahwat kekuasaan agar bisa melakukan segalanya untuk kepentingan individu maupun partai politik.

Ketika jabatan dan kekuasaan dipahami secara politis, dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri dan kepentingan partai politik, maka rakyat yang akan menderita.

Karena itu, Pasca-Pilkada 9 Desember 2015, kita berharap pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam Pilkada harus memiliki sikap legowo, ikhlas menerima kekalahan mereka.

Sedangkan yang menang harus mampu memenuhi janji-janjinya, amanah untuk memajukan dan memperbaiki sistem pemerintahan, serta dapat memberikan kesejahteraan dan keadilan, kemakmuran untuk rakyatnya. (*)

*Oleh: Syahrul Kirom MPhil
Peneliti/Alumnus Pascasarjana UGM Yogyakarta

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved