Legowo Setelah Pengumuman Hasil Pilkada

Tak ada gugatan hukum muncul dari para paslon yang kalah.

Legowo Setelah Pengumuman Hasil Pilkada
Dok pri
Syahrul Kirom MPhil, Peneliti/Alumnus Pascasarjana UGM Yogyakarta

PEMILIHAN kepala daerah (Pilkada) telah dilaksanakan pada 9 Desember 2015.

Hasil hitung cepat dari tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang maju pada Pilkada di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul dan Sleman pun selesai dilakukan pada hari itu juga.

Dua belas hari kemudian, Senin (21/12) kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing- masing kabupaten telah menetapkan pemenang Pilkada tersebut, sesuai hasil hitung cepat.

Mereka adalah pasangan calon (paslon) Kepala Daerah Bantul, Suharsono-Abdul Halim Muslih; Badingah-Immawan Wahyudi untuk Gunungkidul; dan duet Sri Purnomo-Sri Muslimatun sebagai pasangan bupati dan wakil bupati Sleman.

Tak ada gugatan hukum muncul dari para paslon yang kalah.

Dalam setiap pertarungan, termasuk dalam Pilkada 2015, pasti ada yang menang dan kalah.

Karena itu, setiap kemenangan dan kekalahan sudah sewajarnya diterima dengan kepala dingin; yang terpenting adalah sikap tidak sombong siapa yang menang dan yang kalah, dan juga mengedepankan sikap legowo.

Legowo merupakan sebuah ungkapan orang Jawa untuk menerima keadaan kekalahan, ketidakmampuan untuk memegang kewajiban.

Dalam Bahasa Indonesia, legowo dapat dipersamakan dengan lapang dada, sikap ksatria dalam menghadapi kekalahan.

Sikap ini tumbuh karena nilai-nilai perasaan manusia itu sendiri dalam menanggapi kegagalan.

Halaman
123
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved