Pusam Bungkam Mutiara Hitam
PBFC yang bermain tanpa winger andalannya, Terens Puhiri, lebih fokus mengamankan areanya, sembari sesekali melakukan serangan balik cepat.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Salah satu klub raksasa tanah air, Persipura Jayapura, secara mengejutkan harus mengakui keunggulan Pusamania Borneo FC (PBFC) melalui drama adu penalty, dalam lanjutan babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman, pada Sabtu (19/12/2015), di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Kekalahan dari Arema Cronus di laga pertamanya Minggu (13/12/2015) lalu, membuat Persipura mau tak mau harus memenangkan laga ini guna mengamankan asanya untuk menembus babak semi final.
Memburu poin penuh, Persipura Jayapura langsung menggebrak sejak dimulainya laga. Pergerakan striker muda Kristoper Sibi yang didukung gelandang eksplosif asal Argentina, Robertino Pugliara, beberapa kali mampu merepotkan pertahanan PBFC.
Sementara PBFC yang bermain tanpa winger andalannya, Terens Puhiri, lebih fokus mengamankan areanya, sembari sesekali melakukan serangan balik cepat. Namun, strategi tersebut malah mampu lebih dulu membuahkan hasil.
Pada menit 37, kesalahan Ricardo Salampessy yang menyentuh bola di kotak terlarang, berbuah hadiah penalty untuk PBFC.
Gelandang asal Montenegro, Srdjan Lopicic, yang ditunjuk sebagai eksekutor, dengan dingin berhasil menaklukkan kiper Persipura, Ferdiansyah, sekaligus membawa PBFC unggul 0-1.
Namun, keunggulan PBFC tak bertahan lama, umpan silang akurat yang dilepaskan Ian Louis Kabes dari sisi kanan penyerangan Persipura, berhasil ditanduk dengan sempurna oleh Ricardo Salampessy yang berdiri bebas, membuat kedudukan menjadi imbang 1-1, pada menit 39. Sebuah gol penebus dosa bagi Ricardo tentunya.
Persipura yang pada pertengahan babak pertama memasukkan Ferinando Pahabol dan Lancine Kone, terus melancarkan serangan demi serangan ke jantung pertahanan PBFC.
Namun, higga turun minum kedudukan sama kuat 1-1 tersebut tetap tak berubah.
Memasuki babak kedua, Persipura semakin meningkatkan tekanan. Masuknya Lukas Mandowen yang menggantikan Robertino Pugliara, semakin menambah daya gedor klub besutan Osvaldo Lessa tersebut.
Tercatat, beberapa peluang emas berhasil diciptakan pasukan Mutiara Hitam, melalui Lukas Mandowen dan Lancine Kone di babak yang ke dua.
Adalah penampilan gemilang kiper Galih Sudaryono yang mampu menghambat Gerald Pangkali cs menambah torehan golnya pada pertandingan ini.
Jelang berakhirnya babak ke dua, atau tepatnya pada menit 87, Persipura harus bermain dengan 10 pemain, setelah pemain belakangnya, Fakdawer, diusir wasit, setelah mendapat kartu kuning yang ke dua.
Unggul jumlah pemain, PBFC gagal mengambil keuntungan di sisa laga. Praktis, hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedua tim tetap gagal menambah gol, sehingga harus berlanjut ke babak adu penalty.
Di babak adu penalty, kiper PBFC, Galih Sudaryono mampu melanjutkan penampilan gemilangnya. Eksekusi dari dua algojo Persipura, Lukas Mandowen dan Feri Pahabol, berhasil digagalkannya dengan sempurna.
Hal tersebut memastikan PBFC torehkan kemenangan dalam laga ini, dengan skor 4-5, sehingga berhak atas tambahan dua poin, yang membuat mereka dipastikan lolos ke babak berikutnya.
Kemampuan dalam membaca permainan Persipura yang dianggap pelatih PBFC, Kas Hartadi, sebagai kunci timnya meraih kemenangan ini.
"Kami sudah mengamati permainan Persipura ketika menghadapi Arema lalu, sehingga kami sudah menyiapkan langkah untuk melakukan man to man marking, serta mengandalkan serangan balik cepat. Salut untuk kerja keras seluruh pemain, kemenangan ini untuk seluruh masyarakat Samarinda," ujar Kas Hartadi.
Walau sudah dipastikan lolos, eks pelatih Sriwijaya FC tersebut menolak untuk sesumbar. "Masih ada satu pertandingan lagi menghadapi Arema, kami harus tetap fokus," lanjutnya.
Sementara pelatih Persipura, Osvaldo Lessa lebih menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilainya berat sebelah.
"Saya tak mau terlalu banyak mengomentari tentang kepeminpinan wasit, tapi saya cukup kecewa, padahal anak-anak tampil bagus di babak ke dua, kami kurang beruntung di pertandingan ini" tururnya.
Kembali menelan kekalahan, peluang Persipura untuk lolos ke semi final pun tertutup rapat, mengingat di pertandingan lain, Arema Cronus sukses menghempaskan seterunya, Surabaya United. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pusamania_0609_20150906_082824.jpg)