Danlanud Ungkap Fakta Kursi Lontar Jet Tempur T-50
Pesawat jet tempur T 50 TT5007 milik TNI AU jatuh setelah melakukan atraksi sekitar pukul 09.53
Penulis: ang | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus mengungkapkan fakta yang diketahui pasca insiden kecelakaan pesawat.
Pesawat itu dilengkapi dengan seat injection atau kursi lontar, namun belum sempat digunakan oleh kedua awak.
"Tapi kami masih menunggu fakta pasti dari hasil investigasi tim dari Mabes," ujarnya Minggu (20/12/2015).
Imran menjelaskan jet tempur buatan Korea itu yang digunakan sebagai pesawat latih dalam kondisi yang baik.
Bahkan usia pesawat yang ber-home base di Lanud Iswahyudi Madiun Skuadron Udara XV itu relatif baru.
Kedua awak diketahui sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk menerbangkan pesawat.
Pesawat jet tempur T 50 TT5007 milik TNI AU jatuh setelah melakukan atraksi sekitar pukul 09.53.
Lokasi jatuhnya pesawat diketahui di halaman Selatan Lanud dan di Timur komplek Akademi Angkatan Udara (AAU).
Dalam insiden tersebut, dua awak pesawat, masing-masing pilot Letkol Penerbang Marda Sarjono dan back seater Kapten Penerbang Dwi Cahyadi diketahui gugur.
Keduanya sempat dilarikan ke RS Pusat TNI AU Harjolukito untuk mendapatkan penanganan medis.
Fakta itu juga dikuatkan oleh penonton yang melihat rangkaian aksi aerobatik dalam acara Gebyar Digantara itu.
Wina Sulistyawati (28) warga Sambilegi, Maguwoharjo, Depok mengaku melihat sebuah pesawat yang sedang melakukan atraksi tiba-tiba oleng dan menghilang.
"Setelah atraksi, oleng dan menghilang. Lalu tiba-tiba pesawat jatuh ke arah selatan Lanud," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pilot-golden-eagle-letkol-pnb-marda-sarjono_2_20151220_191813.jpg)