Bonek Penyerang Aremania Cuma Dikawal Polisi sampai Ngawi

Fakta dimana rombongan bonek berjumlah ratusan itu ternyata tidak mendapat pengawalan aparat kepolisian terungkap dari sejumlah sopir truk yang disewa

Editor: oda
facebnook/ komunitas peduli malang
Bus berisi rombongan suporter Arema yang hendak berangkat ke Jogja untuk mendukung tim kesayangannya bertanding melawan Surabaya United, diserang di tengah perjalanan, Sabtu (19/12/2015) 

TRIBUNJOGJA.COM, SRAGEN - Ratusan supporter bonek yang menaiki 8 truk dan melakukan penyerangan hingga menewaskan dua supporter Aremania di Sragen, Sabtu (19/12/2015) pagi, ternyata tidak disertai pengawalan oleh kepolisian.

Fakta dimana rombongan bonek berjumlah ratusan itu ternyata tidak mendapat pengawalan aparat kepolisian terungkap dari sejumlah sopir truk yang disewa untuk mengangkut bonek dari Surabaya menuju Sleman.

Marsono (41) sopir truk AD 1855 AV, yang mengangkut sekitar 150an -bonek, menuturkan sejak berangkat dari Surabaya, Jumat (18/12/2015) malam pukul 21.00 WIB, mengatakan sebenarnya rombongan truk dikawal oleh dua mobil
Dalmas polisi.

Namun hingga memasuki wilayah Ngawi, Jatim Sabtu (19/12/2015) dinihari, mobil pengawal sudah menghilang dan rombongan melanjutkan perjalanan tanpa ada pengawalan aparat lagi.

“Kalau dari Surabaya sampai Ngawi dikawal dua truk anggota Dalmas.nSampai ngawi nggak tahu kok dilepas. Saya juga nggak nyangka kalau akhirnya begini,” ujarnya yang mengaku disewa Rp 3 juta untuk mengangkut 150 bonek tapi baru dibayar separuh itu.

Saat ditanya siapa yang menginstruksikan berhenti dan menyerang, ia mengaku tak tahu menahu karena saat insiden berlangsung dirinya tetap ada di dalam truk.

“Waktu rame-rame itu semua pada turun. Saya nggak berani turun karena mesin masih hidup,” ujarnya.

Senada, Saiful (40) sopir trk S 8540 UN asal Surabaya, justru tidak tahu saat ditanya apakah ada pengawalan polisi atau tidak saat perjalanan rombongan bonek dari Surabaya hingga ke Sragen.

Ia hanya mengaku, dirinya disewa Rp 1,4 juta untuk mengantar bonek sekitar 50-an ke Yogya.

Sementara, Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo mengatakan akan melakukan evaluasi terkait insiden tersebut. Saat ditanya perihal tiadanya pengawalan polisi hingga ke Ngawi, ia enggan berkomentar lebih jauh.

Pihaknya juga masih fokus untuk mengumpulkan keterangan dan memeriksa bonek untuk mengungkap pelaku penganiayaan yang menewaskan dua supporter Aremania itu.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menetapkan 16 orang dari ratusan bonek sebagai tersangka dalam insiden tersebut. (joglosemar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved