Sanksi Setya Novanto untuk Menyelamatkan Muka Dewan

Putusan ini mungkin tidak akan memuaskan harapan masyarakat supaya Setya Novanto lengser dari kursinya sebagai anggota dewan sepenuhnya.

Sanksi Setya Novanto untuk Menyelamatkan Muka Dewan
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Surahman Hidayat (kiri), dan Wakil Ketua MKD Junimart Girsang saat mendengar keterangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dalam sidang terbuka MKD di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (2/12/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Prof Dr Rochmat Wahab mengatakan mayoritas sanksi sedang yang dimintakan pemilik suara di sidang MKD kepada Ketua DPR RI Setya Novanto adalah sanksi tengah yang aman untuk menyelamatkan muka dari DPR RI.

Putusan ini, kata Rochmat mungkin tidak akan memuaskan harapan masyarakat supaya Setya Novanto lengser dari kursinya sebagai anggota dewan sepenuhnya bukan hanya cukup sebagai pimpinan dewan, namun perlu dipahami sidang MKD penuh dengan kepentingan politik dan tidak mungkin netral.

Rochmat mengulas masyarakat sudah bisa melihat sejak awal sidang MKD, terlihat kental adanya perang antara dua kubu, yakni yang pro dan kontra dengan Setya Novanto.

Sejumlah anggota dewan justru lebih mencecar pelapor ketimbang mencari kebenaran materiil ada tidaknya pelanggaran etik yang dilakukan Setya Novanto.

Kepercayaan masyarakat kepada sidang MKD justru makin down saat memeriksa Luhut Panjaitan karena seolah kehilangan wibawanya. Pertanyaan anggota MKD juga hanya berputar-putar dengan hal yang normatif.

Jika pelanggran etik yang dicari, Rochmat menilai pembicaraan seorang Ketua DPR RI dengan petinggi PT Freeport dengan mengajak seorang pengusaha jelas tindakan yang tidak patut karena menjadi pertanyaan apa kapasitasnya.

Meski demikian sidang MKD bukanlah segala-galanya karena perkara ini pun belum final, masih ada lanjutan terkait bukti-bukti rekaman dan yang perlu diklarifikasi, karena mempunyai mutan gratifikasi yang perlu diungkap oleh penegak hukum.

Pengungkapan bukti materiil inilah yang menurut Rochmat akan menentukan nasib dari Setya Novanto. Dan terkait layak ditidaknya Setya Novanto dalam keanggotaannya di dewan, Rochmat mengembalikannnya kepada langkah Setya Novanto sendiri. (tribunjogja.com)

Penulis: vim
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved