Jupri Abdullah Respon Human Trafficking Lewat Karya Seni Rupa

Salah satunya respon yang dilakukan oleh seniman kelahiran Pasuruan, 23 Februari 1963 silam bernama Jupri Abdullah.

Jupri Abdullah Respon Human Trafficking Lewat Karya Seni Rupa
tribunjogja/septiandrimandariana
Jupri bersama karya-karyanya dalam pameran seni rupa tunggalnya berjudul Human Trafficking yang diselenggarakan di Rumah Budaya Tembi, dari 14 Desember 2015 hingga 10 Januari 2016 nanti. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Human trafficking menjadi salah satu masalah besar dari banyaknya masalah yang ada di Indonesia. Manusia diperjual belikan seperti layaknya hewan dan barang.

Hal ini pun tidak saja terjadi di Indonesia, adapun negara-negara lain yang menjadi sorotan publik dunia terhadap permasalahan yang bisa dikatakan sebagai perilaku yang sangat biadab!

Hal itu banyak menuai respon negatif dari masyarakat, berbagai kalangan dan berbagai profesi. Salah satunya respon yang dilakukan oleh seniman kelahiran Pasuruan, 23 Februari 1963 silam bernama Jupri Abdullah.

Sebagai seniman, hatinya terpanggil untuk menyuarakan penolakan sesuai dengan dunia yang ia kuasai, yaitu seni rupa.

Seniman yang sudah mendapatkan banyak penghargaan yang di antaranya dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia dan Museum Rekor Indonesia-Dunia ini menganggap masalah human trafficking adalah sebuah permasalahan yang sangat besar, namun tidak menahu ujungnya kapan hal itu bisa usai.

Selama 6 bulan Jupri berproses untuk membuat puluhan karya merespon permasalahan yang sangat membuatnya sesak itu. Ia harus mendatangi para korban human trafficking di berbagai daerah di Indonesia hingga Singapura dan Afrika.

Hingga pada akhirnya sebanyak 20 karya ia ciptakan dan dipamerkan dalam pameran seni rupa tunggalnya berjudul Human Trafficking yang diselenggarakan di Rumah Budaya Tembi, dari14 Desember 2015 hingga 10 Januari 2016.

"Human Trafficking perlu didalami secara serius, banyak korbannya dan tidak terhitung. Saya menemui dan mewawancarai para korban Human Trafficking sebelum menumpahkan ke dalam karya-karya yang ada di pameran ini sekarang," tutur Jupri kepadaTribun Jogja, Rabu (16/12/2015) siang di Rumah Budaya Tembi.

Ada sebuah karya yang sangat menentuh hatinya, yaitu lukisan berjudul Escape from the Hands of the Mother berukuran 50x70 cm.

Halaman
12
Penulis: abm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved