Yogyakarta Masih Seksi di Mata Pemodal

Para pemodal masih memandang Yogyakarta sebagai wilayah yang seksi dan potensial untuk menginvestasikan dananya.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pemodal masih memandang Yogyakarta sebagai wilayah yang seksi dan potensial untuk menginvestasikan dananya.

Hal ini terlihat dari tren cash net inflow dari bank-bank yang beroperasi di wilayah tersebut.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI (KPBI) DIY, Hilman Tisnawan mengatakan, tren net inflow di Yogyakarta hingga November 2015 mencapai Rp1,6 triliun.

Adapun cash outflow tercatat sebesar Rp12,3 triliun dan cash inflow di angka Rp13,9 triliun sepanjang tahun ini.

Dengan begitu, Yogyakarta masih menjadi destinasi favorit bagi para pemodal atau masyarakat untuk membelanjakan uangnya.

"Baik untuk urusan investasi, wisata, belanja, kuliner, maupun berbelanja produk lain. Makin banyak pemodal atau orang datangkan dananya ke sini," kata Hilman, Rabu (16/12/2015).

Kondisi itu disebutnya juga karena pertumbuhan ekonomi DIY terbilang bagus.

Terutama didorong oleh tingkat konsumsi, industri dan kuliner, sektor hospitality dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) serta lainnya.

Kondisi itu mendorong para pemodal untuk mengucurkan dananya ke wilayah ini.

"Hotel juga penuh terus dan MICE lumayan banyak di akhir tahun ini. Yogyakarta makin menarik di mata pemodal," kata dia. (tribunjogja.com)

Penulis: ing
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved