Pembelajaran Kontekstual Bisa Layani Semua Gaya Pelajar Siswa

Untuk mendapat mendapat hasil belajar yang maksimal,salah satunya adalah penggunaan cara pembelajaran Contextual.

          YOGYA, TRIBUN - Paradigma pembelajaran yang terjadi saat ini mengalami perubahan yang signifikan, semula berorientasi pada guru menjadi berorientasi pada siswa. Hal ini membawa dampak pada kegiatan pembelajaran, siswa harus aktif, sementara para guru masih banyak yang menggunakan pendekatan tradisional dalam pembelajaran, sehingga siswa diperlakukan sama.
          Padahal setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Untuk mendapat mendapat hasil belajar yang maksimal, siswa dipengaruhi oleh faktor internal siswa salah satunya gaya belajar dan faktor eksternal yaitu penggunaan cara pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Ini adalah salah satu model pembelajaran yang dapat melayani semua gaya belajar siswa.
          Hal ini disampaikan oleh Drs. H. Mazrur, M. Pd. (53) dalam promosi doktor, Rabu (16/12) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bertempat di Covention Hall lt. 2, dengan disertasinya yang berjudul " Pengaruh Contextual Teaching and Learning dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Fikih di MTsN Palangkaraya".
          Dalam disertasinya, promovendus mengambil mata pelajaran Fikih karena mata pelajaran Fikih adalah bagian dari mata pelajaran pendidikan agama Islam di Madrasah Tsnawiyah yang kajiannya berkaitan dengan ibadah mahdah.
          Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah suatu proses pembelajaran holistik yang bertujuan sebagai pembelajaran bagi peserta didik dalam memahami bahan ajar serta bermakna yang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata di dalam kehidupan sehari-hari baik berkaitan dengan lingkungan pribadi, agama, sosial ekonomi maupun kultural. "Siswa diharapkan dengan mudah untuk menyerap makna dalam materi akademis dan menangkap makna dalam tugas-tugas dan pengalaman yang telah mereka miliki sebelumnya," katanya.
          Adapun pembelajaran Konventional adalah pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada kelompok siswa, dengan maksud agar siswa dapat menguasai pelajaran secara optimal. Pembelajaran konventional hanya berpusat pada guru.
          Penelitian ini adalah penelitian expost facto dengan rancangan experiment (experiment design). Adapun subyek penelitianya sebanyak 149 orang siswa dari empat kelas pada dua Masrasah Tsanawiyah Negeri Plangka Raya, yaitu MTsN 1 Model Palangka Raya dan MTsN 2 Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes kemudian dianalisis dengan menggunakan anova satu jalur. (bm)

Penulis: baskoro
Editor: baskoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved