Mengenal Situs Payak, Pertirtaan Kuno Di Bantul

Situs payak sendiri berupa bangunan berbentuk U yang berada enam meter di bawah permukaan tanah.

Mengenal Situs Payak, Pertirtaan Kuno Di Bantul
tribunjogja/hamimthohari
Petugas membersihkan komplek Situs Payak yang berada di Pedukuhan Payak, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Situs payak sendiri berupa bangunan berbentuk U yang berada enam meter di bawah permukaan tanah. Berdasarkan data dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, situs ini ditemukan sekitar tahun 1970-an oleh para pembuat batu bata.

"Memang orang asli sini dari dulu hingga saat ini sebagian besar berprofesi sebagai pembuat batu bata. Bapak saya adalah salah satu orang yang dulu menemukan situs ini saat menggali tanah untuk membuat batu bata," ujar Wahyudi.

Masih berdasarkan data dari BPCB, situs Payak merupakan pertirtaan kuno. Bangunan yang saat ini tersisa adalah bekas tempat pemandian. Bangunannya sendiri terbuat dari bahan batu putih (tuff) dan posisinya miring menghadap ke arah barat daya.

Di bawah bangunan bentuk U tersebut terdapat kolam dengan ukuran 3,12 m x 1,24 m. Situs ini diperkirakan dibangun pada abad 9 masehi dan bercorakan Hindu.

Hal tersebut berdasar dari bentuk arca Dewa Siwa yang ditemukan. Arca tersebut semula berada di relung dinding, yang hingga saat ini masih bisa dilihat pengunjung.

Meskipun ditemukan pada tahun 1970an, tetapi baru pada tahun 1980 kegiatan penggalian dilakukan, dan berlangsung hingga empat tahap.

Dalam kegiatan penggalian tersebut juga ditemukan juga terdapat peripih yang terdiri atas lempengan emas dan perka, serta pecahan kendi gerabah.

Dari penumuan tersebut juga bisa diperkirakan di sekitar situs dulunya banyak terjadi aktivitas manusia.

Aktivitas ini sangat dimungkinkan erat dengan upacara-upacara keagamaan, dan di sini pula diperkirakan menjadi tempat pengambilan air suci pada upacara keagamaan.

Meskipun tempat ini jarang dikunjungi, tetapi situs Payak terawat dengan baik dan terjaga kebersihannya. Anda tidak dipungut biaya untuk memasukinya, hanya diminta mengisi buku tamu. (tribunjogja.com)

Penulis: mim
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved