Breaking News:

Remaja Tunagrahita Asal Yogyakarta Ini Raih Tiga Medali Emas di Los Angeles

Anak dari pasangan Muntadhin (57) dan Erniana (49) ini berhasil menyabet tiga medali emas secara sekaligus di Los Angeles Amerika Serikat.

Penulis: abm | Editor: oda
tribunjogja/septriandrimandariana
Dhimas Prasetyo dan ayahnya (Muhtadhin) dalam acara Anugerah Prestasi 2015 bertajuk Menumbuhkan Budaya Kompetisi Juara Menjadi Tradisi yang diselenggarakan oleh Pemda DIY dan Disdikpora DIY di Gor Among Rogo Yogyakarta, Sabtu (12/12) pagi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dhimas Prasetyo (19), salah satu siswa tunagrahita ringan di SLB Pembina Yogyakarta yang mampu menorehkan 3 prestasi ditingkat internasional secara sekaligus.

Anak dari pasangan Muntadhin (57) dan Erniana (49) ini berhasil menyabet tiga medali emas secara sekaligus di Los Angeles Amerika Serikat, untuk kompetisi bulu tangkis bagi para tunagrahita antar negara.

Medali emas untuk tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran berhasil diboyong oleh remaja kelahiran Kendari, 29 Juli 1996 ini.

Selain dirinya sendiri, tentunya prestasi yang diraih oleh Dhimas sangat membanggakan orang tua, guru, masyarakat Yogyakarta dan masyarakat Indonesia tentunya.

"Senang sekali bisa menang di Los Angeles. Waktu itu saya bertanding bulu tangkis dengan peserta dari negara lainnya, seperti Thailand, Korea, Cina, Singapura dan banyak deh. Waktu di sana saya juga diajak main dan makan-makan. Cuacanya beda dengan Indonesia. Saya dua minggu di sana," ungkap Dhimas kepada Tribun Jogja, di Yogya, Sabtu (12/12/2015).

Muhtadhin mengatakan, Dhimas sudah bermain bulu tangkis sejak kelas 3 sekolah dasar. Awalnya putra keduanya itu sangat gemar bermain sepakbola.

Namun karena Dhimas banyak luka setelah bermain sepakbola, ia bersama istrinya memutuskan untuk mengarahkan anaknya itu untuk bermain bulu tangkis.

"Saya masukan ke sekolah bulu tangkis. Dulu saya sama istri tidak mengetahui kalau Dhimas tunagrahita. Beberapa kali Dhimas tidak naik kelas, lalu saya dan istri disarankan untuk membawa Dhimas ke psikolog dan ternyata Dhimas tunagrahita ringan," kata ayah dari Dhimas.

Dengan terpaksa Muhtadhin dan Erniana memindahkan Dhimas ke SLB untuk melanjutkan jenjang pendidikannya. Walau begitu, anaknya tetap tekun berlatih bulu tangkis untuk menyalurkan hobi Dhimas yang sangat gemar berolahraga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved