Breaking News:

Tiga Hal Penyebab Perbankan Syariah Kurang Populer di Masyarakat

Popularitasnya di tengah masyarakat masih kalah dengan perbankan konvensional.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Industri jasa perbankan syariah dan keuangan nasional belakangan ini mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

Namun begitu, popularitasnya di tengah masyarakat masih kalah dengan perbankan konvensional.

Direktur Pengembangan, Penelitian, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Dhani Gunawan Idat mengatakan, total aset perbankan syariah secara nasional per September 2015 mencapai angka sekitar Rp222 triliun.

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) berada pada posisi Rp219 triliun dan ada total 21 juta rekening nasabah yang terdaftar.

“Penetrasi perbankan syariah di apsar dalam 10 tahun terakhir ini rata-rata di atas 30 persen per tahun. Artinya, ada perkembangan yang tinggi serta prospek yang masih luas secara nasional. Tapi memang, ada beberapa indikator yang menyebabkan perbankan syariah kurang populer,” kata Dhani di sela pembukaan pembukaan Expo Islamic Banking (iB) Vaganza 2015 di Mal Malioboro Yogyakarta, Kamis (10/12/2015).

Indikator pertama adalah masalah pemahaman masyarakat yang maish rendah terhadap produk dan layanan perbankan syariah.

Disebutkannya, 90 persen masyarakat sebetulnya berminat untuk mendapatkan pelayanan perbankan syariah. Namun, hanya sekitar 11 persen saja yang betul-betul sudah paham dengan karakter produk dan layanannya.

Kemudian, segmen masyarakat terhadap kebutuhan layanan keuangannya juga terbagi dalam beberapa kelompok. Ada yang condong ke syariah atau konvensional, ada pula yang masih gamang atau floating di antara keduanya dan menjadi segmen terbesar di tengah masyarakat.

Segmen ini menurut Dhani masih memilah-milah keuntungan besar dari mana yang bsia didapat.

“Indikator berikutnya adalah struktur dana di perbankan syariah itu 60 persen berasal dari dana deposito yang mahal. Ini membuat biaya bagi hasilnya lebih tinggi dibanding bank konvensional. Ini juga menjadi tantangan bagi perbankan syariah supaya lebih kompetitif. Ke depan memperbanyak struktur dana murah, misal dari dana haji, APBN, dan lainnya,” beber Dhani.(*)

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved