Perda Reklame Baru: Reklame Bakal Dikurangi, Tarif Bakal Dinaikkan

Pihaknya tengah mempersiapkan rancangan Peraturan Walikota (Perwal) yang akan dipergunakan sebagai Petunjuk Pelaksanaan (Juklat).

Perda Reklame Baru: Reklame Bakal Dikurangi, Tarif Bakal Dinaikkan
Tribun Jogja/ M Fauziarakhman

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame di Kota Yogyakarta masih menunggu bulan Mei 2016 untuk diterapkan.

Penegakan Perda pun masih menunggu Peraturan Walikota (Perwal) dibuat terlebih dahulu.

Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta, Tugiyarta, menuturkan, pihaknya tengah mempersiapkan rancangan Peraturan Walikota (Perwal) yang akan dipergunakan sebagai Petunjuk Pelaksanaan (Juklat) dari Perda Nomor 2 Tahun 2015.

"Kami tengah mempersiapkan Perwal yang cocok digunakan sebagai Juklat Perda nanti," ujar Tugiyarta, Kamis (10/12).

Lanjut Tugiyarta, jika sebelumnya dalam penyelenggaraan reklame tidak disyaratkan memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dalam Perwal ini secara khusus akan mengatur tentang IMB dari reklame yang di pasang.

"Sebelum Perda yang baru ini, pendirian reklame tidak mensyaratkan IMB. Namun selanjutnya, seluruh reklame wajib memiliki IMB khusus reklame," ujar Tugiyarta.

Tugiyarta menambahkan, setidaknya terdapat tiga poin penting yang akan diatur pada Perwal yang akan dibuat sebagai Juklat Perda Reklame ialah, pertama, penerapan IMB kepada reklame tertentu yang bersifat permanen.

Ia melanjutkan, pemasangan reklame besar hanya boleh berjumlah satu di setiap sudut persimpangan. Posisi reklame minimal harus mengambil jarak satu meter dari sisi terluar dari trotoar. Izin sewa akan dikenakan kepada reklame yang menempati persil perseorangan.

Terakhir, pengaturan pemungutan retribusi IMB dan pajak reklame. Perwal akan mengatur terkait kenaikan tarif pajak reklame. Hal ini dilakukan untuk mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikhawatirkan akan menurun setelah penerapan Perda yang baru, karena jumlah reklame yang dibatasi.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved