Inflasi Naik, Harga Ikutan Naik

Harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan bisa jadi dikarenakan permintaan juga semakin naik menjelang akhir tahun.

Inflasi Naik, Harga Ikutan Naik
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Wali Kota Yogyakarta, Kepala BI Yogyakarta, dan Tim TPID memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Kranggan, Yogyakarta, Senin (7/12/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY sekaligus Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta, Arif Budi Santoso, menuturkan, saat ini kebutuhan pokok di Kota Yogyakarta baik dari segi harga masih cukup aman, sampai ketersediaan masih memenuhi.

Ia menuturkan, harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan bisa jadi dikarenakan permintaan juga semakin naik menjelang akhir tahun. Menyambut Nataru, jumlah wisatawan mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan permintaan.

"Semua sudah memenuhi, stok juga masih cukup. Kenaikan bisa jadi karena naiknya permintaan bahan pokok dikarenakan meningkatnya jumlah wisatawan. Namun jangan khawatir, karena saat ini diperkirakan masih akan cukup," ujar Arif, Senin (7/12/2015).

Bank Indonesia mencatat inflasi yang terjadi di DIY naik sebesar 0,13% menjadi 2,11 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi masih berkisar di angka 5,3% dengan andalan industri kreatif dan industri kecil menengah.

Tambah Arif, pihaknya menjaga laju inflasi agar tidak terlampau lebih di atas nilai tiga. Laju Inflasi akan berpengaruh baik pada harga global sampai suku bunga kredit.

"Kita harus jaga laju inflasi ini karena berpengaruh kepada suku bunga kredit. Bagaimana kita menjaga suku bunga kredit rendah. Saat ini kita pada angka 2,11%, dan DIY juga tidak berpengaruh pada harga global," tutur Arif. (tribunjogja.com)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved