Pilkada Sleman

Paslon Nekat Kampanye Bisa Kena Sanksi

Memasuki masa tenang, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sleman dilarang melakukan kampanye baik secara terbuka maupun tertutup

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
net
Ilustrasi 

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memasuki masa tenang, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sleman dilarang melakukan kampanye baik secara terbuka maupun tertutup.

Pasalnya, terhitung Sabtu (5/12), masa kampanye bagi paslon telah berakhir.

Komisioner KPU Sleman Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Indah Sri Wulandari mengatakan masa tenang Pilkada terhitung mulai tanggal 6 hingga 8 Desember.

Selama masa tenang hingga hari H pemungutan suara tidak boleh lagi ada aktifitas kampanye yang dilakukan paslon maupun tim sukses.

“Sosialisasi pilkada tetap akan dilakukan oleh KPU. Namun paslon tidak lagi boleh menggelar kampanye,” ungkapnya, Jumat (4/12/2015).

Menurutnya selama masa tenang, seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) akan diturunkan. Total APK yang dipasang oleh KPU terdapat lima baliho dan 172 spanduk.

“Semua akan ditertibkan, termasuk APK ilegal yang dipasang oleh simpatisan paslon,” ujarnya.

Ketua Panwaslu Sleman, Djajadi mengatakan bagi paslon maupun tim yang nekat melakukan kampanye pada masa tenang akan dianggap sebagai pelanggaran.

Selanjutnya pihaknya akan merekomendasikan kepada KPU untuk ditindaklanjuti dan memberikan sanksi.

“Sanksi yang diberikan berupa sanksi adminitratif. Kami harapkan paslon dan tim dapat mematuhi jadwal yang sudah ditentukan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sleman, Joko Supriyanto mengatakan pada masa tenang pihaknya akan mengerahkan semua petugas untuk melakukan pembersihan APK. Termasuk petugas yang ada di masing-masing kecamatan.

“Untuk penertiban APK liar sudah kami lakukan sebelum masa tenang. Namun akan kami tertibkan kembali jika masih ada,” ungkapnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved