Serem! Ada Sekolah untuk Menghadapi Kematian
iswa berbaring dalam peti dan menutup mata mereka. Kemudian, mereka menulis surat perpisahan untuk orang yang mereka cintai, dan membacanya dengan ker
TRIBUNJOGJA.COM, KOREA SELATAN- Mengikuti program kematian palsu menjadi terapi bagi mereka para pasien bunuh diri di Korea Selatan.
Sekolah kematian ini bertujuan untuk membantu siswanya menghargai kehidupan, khususnya bagi mereka yang pernah melakukan percobaan bunuh diri.
Tingkat aksi bunuh diri di Korea Selatan terus meningkat, sekitar 40 orang bunuh diri setiap hari. Persaingan dunia kerja menjadi alasan orang bunuh diri.
Menurut Seoul Hyowon Healing Center, untuk mengatasi hal ini perlu terapi untuk merasakan kematian.
Siswa mengenakan jubah putih dan masuk ke dalam peti mati yang diatur secara berbaris. Terdapat sebuah meja dengan pena dan kertas di samping peti mati.
Siswa duduk dalam peti sambil mendengarkan ceramah singkat dari Jeong Yong Mun, mantan pekerja pemakaman yang sekarang menjadi kepala pusat terapi.
Jeong Yong Mun menjelaskan bahwa siswa harus menerima masalah mereka sebagai bagian dari kehidupan dan mencoba untuk menemukan sukacita dalam situasi yang paling sulit.
Setelah itu, siswa berbaring dalam peti dan menutup mata mereka. Kemudian, mereka menulis surat perpisahan untuk orang yang mereka cintai, dan membacanya dengan keras.
Ketika ‘ajal’ sudah dekat, lilin menyala dan ‘malaikat maut’ memasuki ruangan. Siswa berbaring lagi, kemudian malaikat menutup masing-masing peti.
Siswa ditinggalkan selama 10 menit untuk merenungkan kehidupan dari sudut pandang lain. Setelah itu mereka keluar dan mengaku merasa lebih segar dan seolah dibebaskan.
“Anda telah melihat seperti apa kematian. Sekarang kalian masih hidup, dan Anda harus berjuang” kata Jeong Yong Mun. (odditycentral.com/mg2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sekolah-bunuh-diri_20151130_134927.jpg)