Bayi Berat Lahir Rendah di Indonesia Masih Tinggi

Tingginya angka kelahiran BBLR di Indonesia salah satunya dikarenakan masih kurangnya asupan gizi yang mencukupi pada janin dan ibu.

Bayi Berat Lahir Rendah di Indonesia Masih Tinggi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pristiqa Ayun W.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah bayi berat lahir rendah (BBLR) di Indonesia masih cukup tinggi. Data WHO mencatat Indonesia berada di peringkat sembilan dunia dengan persentase BBLR lebih dari 15,5 persen dari kelahiran bayi setiap tahunnya.

"Indonesia masuk 10 besar dunia kasus BBLR terbanyak, sementara kasus tertinggi di kawasan Asia Selatan seperti India dan Bangladesh," kata Dr. Ekawaty L. Haksati., Sp.A(K)., MPH,IBCLC., pakar Perinatologi Bagian Ilmu Kesehatan Fakultas Kedokteran (FK) UGM, Minggu (29/11/2015).

Eka menjelaskan kondisi BBLR dikarenakan kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu atau bayi prematur. Selain itu juga bayi dengan kelahiran cukup bulan, tetapi mempunyai berat badan kurang dari 2.500 gram.

Tingginya angka kelahiran BBLR di Indonesia salah satunya dikarenakan masih kurangnya asupan gizi yang mencukupi pada janin dan ibu. Aktivitas ibu yang padat juga berpotensi meningkatkan stres.

"BBLR ini juga banyak terjadi pada kasus kehamilan yang tidak diinginkan," terangnya.

Wanita yang memiliki riwayat melahirkan prematur maupun keguguran, lanjut dia, juga memiliki kemungkinan melahirkan prematur di kehamilan berikutnya.

Lalu, ibu hamil di usia muda kurang dari 20 tahun dan hamil di usia lebih dari 35 tahun patut mewaspadai kehamilannya karena berisiko melahirkan bayi prematur.

Begitu pula pada kehamilan kembar dan ibu pengguna obat rentan melahirkan bayi prematur.

“Untuk mencegah kelahiran prematur ibu harus sehat dengan kecukupan nutrisi dan rutin check up kehamilan,” tegas wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Instalasi Maternal Perinatal (IMP) RS Dr. Sardjito ini.

Halaman
123
Penulis: tiq
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved