Wings Food Optimis Teh Javana Tumbuh Lampaui Pertumbuhan Pasar
PT Sayap Mas Utama (Wings Food) optimis pertumbuhan produk teh Javana bisa terus meraih hasil positif tahun depan.
Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PT Sayap Mas Utama (Wings Food) optimis pertumbuhan produk teh Javana bisa terus meraih hasil positif tahun depan.
Hal ini tak lepas dari pencapaian tahun ini yang cukup bagus dimana Teh Javana sukses meraih brand awarenes posisi kedua. Untuk itu, Wings Food pun terus berupaya meningkatkan brand awarenes produk teh ini.
Group of Head Marketing Beverages Wings Food, Aristo Kristandyo mengatakan, pertumbuhan Teh Javana terbilang positif tahun ini.
Dari sisi brand awareness, Teh Javana menempati posisi kedua dalam kategori teh siap saji. Hal ini didapatkan dari riset yang dilakukan kepada 1000 responden.
"Dengan indikasi produk tumbuh kalau bisa melampaui pertumbuhan pasar yang mencapai 15 persen year to date. Teh Javana saat ini sudah bisa melampauinya," kata Aristo di sela Press Conference 'Teh Javana Lari Candi ke Candi' di Gadri Ambarrukmo, Jumat (27/11/2015).
Dari sisi pertumbuhan produk yang terjadi di jejaring ritel, lanjutnya, Teh Javana juga telah masuk dalam peringkat lima besar. Menurutnya, hal itu menunjukkan produk ini telah direspon positif oleh pasar.
"Dengan demikian, hal tersebut bermakna produk kami telah diterima. Prestasi membanggakan lainnya, pertumbuhan konsumen yang mengikuti akun media sosial kami pertumbuhannya paling tinggi dibandingkan produk lain. Hal ini semakin menguatkan bahwa produk ini sangat diterima oleh pasar dengan adanya perhatian tersebut," paparnya.
Hal penting yang menunjang keberhasilan Teh Javana, kata Aristo lagi, adalah pola distribusi yang menjamin ketersediaan produk di pasar.
Pihaknya selalu berupaya agar orang mudah mendapatkan produk ini di dekat mereka misalnya warung.
Untuk terus meningkatkan brand awarenes tersebut, maka Wings Food pun rutin menggelar program berupa event di lapangan. Menurut Aristo, hal ini efektif untuk meningkatkan brand activation.
"Kami sebut on ground activation, contohnya event Teh Javana Lari dari Candi ke Candi ini. Dalam event yang diikuti sekitar 2500 peserta ini, tentu ada sales promotion campaign juga. Artinya, dalam event semacam ini kami bisa mengkombinasikan antara pencitraan produk, product experience dan social media activity yang mendorong meningkatnya brand awareness," paparnya.
Mengenai proyeksi pasar tahun depan, menurut Aristo sebenarnya cukup berat. Dengan syarat pertumbuhan produk minimal 15 persen, maka diperlukan upaya mencapainya.
"Namun kami optimis bisa, sebab pertumbuhan ini didasari kebutuhan masyarakat akan minuman. Selama ini, dari aktivitas belanja masyarakat, rata-rata 28 persen pasti dialokasikan untuk makanan dan minuman siap saji. Sementara ketika masuk ke toko modern, persentasenya lebih tinggi lagi, mencapai 41 persen," katanya.
Di tempat yang sama, Marketing Public Relation Manager Wings Food, Gabriella da Silva menambahkan, pihaknya juga mendorong peningkatan brand awareness ini dengan perluasan cakupan program berupa event di lapangan.
"Kami konsisten untuk menggelar program Mana Indonesiamu yang terus memperkenalkan berbagai potensi daerah. Ke depannya kami akan memperluas jangkauan hingga ke luar Jawa. Ini komitmen kami untuk menunjukkan bahwa potensi tidak hanya ada di Jawa, namun di seluruh Indonesia," katanya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/teh-javana_20151128_122330.jpg)