Fakta dan Kabar Terkait Kasus Penyerangan di Jalan Damai Masih Simpang Siur
Ia menyerahkan sepenuhnya pengungkapan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tersiar kabar pengemudi mobil Yaris berwarna merah, Fariz Afristya, yang menjadi korban pemukulan, di Jalan Damai, Sleman, Minggu (22/11/2015) lalu, mengemudi dengan cara ugal-ugalan.
Dari caranya mengemudi, ia lantas menabrak sepeda motor dari salah seorang simpatisan salah satu parpol yang sedang berkampanye, dan selanjutnya menyulut kemarahan massa.
Orangtua Fariz Afristya pun mengaku mengetahui kabar tersebut.
Saat ditemui wartawan, ia menyerahkan sepenuhnya pengungkapan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
Kapolda DIY, Kombes Pol Erwin Triwanto, mengatakan bahwa memang keterangan dari kasus perusakan dan penganiayaan yang terjadi pada hari Minggu lalu itu masih simpang siur.
Dari keterangan korban, ia merasa tidak melakukan apa-apa. Akan tetapi dari kabar yang beredar ada tindakan dari Fariz yang disebut terkesan menantang rombongan simpatisan.
Adapun dari kabar yang berkembang, mengatakan Fariz mengendarai mobil Yaris dengan kecepatan tinggi dan menabrak satu motor dan ia juga mengepalkan tangan ke arah mereka.
"Kalau melihat fakta di lapangan, pelek sepeda motor itu bengkok setelah ditabrak. Untuk mendapatkan hasil itu, artinya mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Tapi di jalan Damai tidak memungkinkan untuk memacu dengan kecepatan tinggi karena jalannya ramai," ujar Kapolda.
"Jadi argumentasi itu tidak masuk akal," tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal Polres Sleman, AKP Sepuh Siregar, mengatakan pihaknya saat ini tengah mencari bukti dan fakta untuk mengungkap kasus ini. Tentu saja kasus ini akan terus berjalan.
"Saat ini kami masih menyelidiki untuk mendapatkan nama-nama pelaku," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mobil-dirusak_20151123_150357.jpg)