Empat Kecamatan di Gunungkidul Kehabisan Anggaran Dropping Air
Program dropping air bersih oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) masih terus dilakukan
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir ternyata belum menyelesaikan masalah kekeringan di wilayah Gunungkidul.
Hingga saat ini, program dropping air bersih oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) masih terus dilakukan, karena sejumlah wilayah masih kekeringan.
Bahkan, beban dari Dinsosnakertrans malah bertambah.
Dana dropping air bersih di empat kecamatan, yakni Panggang, Tepus, Girisubo dan Rongkop habis sehingga penanganan kekeringan menjadi tanggung jawab dari dinas.
Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Ch Suyatmiyatun, mengatakan empat kecamatan yang kehabisan anggaran dropping ini wilayahnya belum diguyur hujan.
Masih banyak desa yang kesulitan air bersih sehingga penanganan kekeringannya dilakukan langsung oleh Dinsosnakertrans.
“Kemarin kita melakukan pemantauan ke beberapa kecamatan dan wilayahnya masih kering. Bahkan empat kecamatan malah kehabisan anggaran dropping sehingga yang menyuplai air bersih kita (Dinsosnakertrans),” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (26/11/2015).
Suyatmiyatun mengungkapkan, dropping air bersih akan terus dilakukan hingga warga tidak kesulitan untuk mendapatkan air bersih lagi.
Saat ini dinas masih memiliki anggaran sekitar Rp 250 juta untuk penanganan kekeringan. Sementara anggaran yang sudah digunakan mencapai Rp 600 juta.
Diharapkan, pada pertengahan Desember mendatang hujan sudah turun merata di seluruh wilayah Gunungkidul sehingga warga tidak kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
“Beruntung kita ajukan tambahan dalam APBD perubahan sehingga anggarannya masih cukup,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dropping-air_20151013_091653.jpg)