Anggota DPRD Gunungkidul Dipolisikan Istri karena Tak Beri Nafkah

Wahyu terpaksa menempuh jalur hukum karena merasa telah ditelantarkan oleh suaminya sejak Juli lalu.

Anggota DPRD Gunungkidul Dipolisikan Istri karena Tak Beri Nafkah
Net
Ilustrasi : Kekerasan Dalam Rumah Tangga 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Sumaryanto dilaporkan oleh istrinya sendiri, Wahyu Wisma Hastuti ke Polda DIY atas tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Senin ( 23/11/2015).

Wahyu terpaksa menempuh jalur hukum karena merasa telah ditelantarkan oleh suaminya sejak Juli lalu.

Sekitar empat bulan Sumaryanto tidak memberikan nafkah lahir dan batin sehingga membuat Wahyu terpaksa harus meninggalkan rumah dan kini tinggal bersama saudaranya.

“Saya melaporkan dia (Sumaryanto) karena sudah empat bulan tidak memberi nafkah. Kami (Wahyu dan anaknya) ditelantarkan,”kata istri Sumaryanto, Wahyu Wisma Hastuti kepada wartawan usai membuat laporan ke Polda DIY, Senin (23/11/2015) sore.

Menurut ibu dua anak ini, selain menelantarkan anak dan istri, suaminya saat ini juga diketahui tengah menjalin hubungan dengan perempuan lain.

Bahkan foto–foto mesra Sumaryanto dengan perempuan lain banyak beredar di media sosial.

Dengan melaporkan ke Polda DIY ini, wahyu berharap suaminya segera diproses secara hukum. Selain itu, pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPRD juga segera memproses laporan yang sebelumnya sudah dibuat.

“Tuntutan saya dia supaya lekas diproses. Kalau bisa diberhentikan sebagai anggota dewan. Karena dulu sebelum jadi mau berjuang bersama namun setelah jadi justru saya diterlantarkan,”ungkapnya.

Sementara itu pengacara Wahyu Wisma Hastuti, Suraji Noto Suwarno mengatakan kliennya terpaksa melaporkan suaminya sendiri karena sudah tidak tahan dengan perlakuan yang diberikan selama ini.

Sebab, setelah menjadi angota dewan, Sumaryanto malah menelantarkan anak dan istrinya sehingga membuat kliennya terpaksa harus tinggal dengan saudaranya karena sudah tidak memiliki rumah lagi.

“Jadi, kita laporan dengan pelanggaran UU KDRT pasal 49 (a) atau pasal 45 UU nomor 23 tahun 2003 tentang penghapusan KDRT,”kata pria asli Gedangsari ini.

Belum ada konfirmasi masi dari pihak Sumaryanto terkait pelaporan oleh istrinya ini. (tribunjogja.com)

Penulis: has
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved