RS Minta KPU Gelar TPS Khusus
“Tidak mungkin dokter atau petugas jaga meninggalkan pasien begitu saja. Sementara jarak ke TPS tidak cukup ditempuh dalam 10 menit,”
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - KPU Sleman akan menugaskan KPPS untuk berkeliling bangsal rumah sakit pada saat pemungutan suara. Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodasi hal pilih pasien yang dirawat di rumah sakit.
Namun, Kepala Humas RSUP Sardjito, Trisno Heru Nugroho menyangsikan pernyatakan tersebut. Ia menilai KPU Sleman terlalu saklek pada regulasi yang ada tanpa mempertimbangkan kondisi di rumah sakit.
“Tidak mungkin dokter atau petugas jaga meninggalkan pasien begitu saja. Sementara jarak ke TPS tidak cukup ditempuh dalam 10 menit,” ungkapnya, Senin (16/11/2015).
Ia menyebutkan TPS terdekat yang berada di Dusun Sendowo, Sinduadi, Mlati berjarak sekitar 500 meter dari rumah sakit.
Sementara potensi jumlah pasien di RSUP Sardjito mencapai 800 pasien rawat inap setiap harinya dan 30 persennya merupakan warga Sleman. Sedangkan jumlah petugas mencapai 5.000 orang dan sebagian merupakan warga Sleman.
“Dengan banyaknya warga Sleman yang ada di RSUP Sardjito ini, semestinya KPU menggelar TPS khusus. Bahkan kami siap jika memang diminta membantu KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara),” katanya. (tribunjogja.com)
Heru menambahkan seharusnya KPU tidak menyamaratakan kondisi satu rumah sakit dengan rumah sakit lainnya. Bahkan dengan rumah sakit yang memiliki banyak pasien, ia ragu ada petugas KPPS yang mau mendatangi bangsal rumah sakit.
“Impossible, Petugas sudah capek. Keliling itu enggak akan terjadi seperti Pilpres, 800 pasien plus dokter tidak memilih karena tidak didatangi petugas,” ujarnya. (tribunjogja.com)