320 Dusun di Kabupaten Magelang Rawan Terkena Banjir Lahar Hujan

BPBD Kabupaten Magelang memetakan sedikitnya 320 dusun, 54 desa, dan tujuh kecamatan di Kabupaten Magelang rawan terdampak banjir lahar hujan.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang memetakan sedikitnya 320 dusun, 54 desa, dan tujuh kecamatan di Kabupaten Magelang rawan terdampak banjir lahar hujan.

Saat ini, diperkirakan material dari erupsi Merapi, masih sekitar 14 juta meter kubik yang berada di Bokong Semar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Sujadi menjelaskan, 320 dusun yang tersebar 54 desa di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Srumbung, Dukun, Sawangan, Salam, Muntilan, Mungkid dan Ngluwar, yang rawan terhadap banjir lahar hujan.

Jika terjadi intensitas hujan tinggi di puncak Merapi, dikhawatirkan 14 juta meter kubik tersebut terbawa banjir lahar hujan menuju arah Kali Pabelan, Lamat dan Putih.

“Kami himbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan hebat di puncak. Peningkatan kewaspadaan yang berada di dekat Kali Apu, Bebeng, Senowo, Tringsing, Pabelan, Lamat, Blongkeng, Putih, Krasak dan Mbathang,” katanya, Kamis (12/11/2015).

Menurut Sujadi, jika terjadi intensitas hujan tinggi di puncak Gunung Merapi, warga yang berada di 10 aliran sungai untuk menghentikan aktivitas mengantisipasi datangnya banjir lahar hujan.

Terutama, biasanya masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai untuk menambang material berupa pasir dan batu.

Sujadi mengatakan, sebagai antisipasi, ada lebih dari 5.000 relawan yang tersebar di Kabupaten Magelang yang akan menyampaikan kepada pihaknya.

Nantinya, informasi tersebut akan diteruskan kepada warga yang tinggalnya dekat 10 aliran sungai tersebut.

Pihaknya meminta kepada warga yang berada di 10 aliran sungai, jika sudah ada peringatan dari relawan maupun BPBD dilarang mendekat sungai, agar mematuhinya.

Untuk menyampaikan himbauan ini, pihaknya juga menggandeng Muspika di masing-masing daerah rawan.

“Karena Muspika tersebut yang dekat dengan masyarakat, bisa menyampaikan kepada warganya. Dan berdasarkan perkiraan dari BMKG, puncak hujan terjadi pada Januari-Februari, mendatang,” kata Sujadi. (tribunjogja.com)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved