Pilkada Sleman

Panwaslu Putuskan SP Tak Langgar Aturan Pilkada

Sebelumnya Sri Purnomo menghadiri kegiatan pengajian yang digelar oleh pengajian yang digelar oleh Bagian Kesra Setda Sleman

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Calon Bupati Sleman, Sri Purnomo (paling kanan) menghadiri pengajian di Masjid Agung Sleman, Kamis (29/10/2015). Pengajian tersebut digelar Pemkab Sleman untuk memperingati tahun baru Islam 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman menilai kedatangan Calon Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam kegiatan yang digelar Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sleman beberapa waktu lalu bukan sebagai pelanggaran pemilu.

Pasalnya kedatangan tidak memenuhi kriteria pemilu yang dilakukan oleh calon.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Panwaslu Sleman setelah melakukan mengumpulkan bukti dan data serta melalukan klarifikasi kepada Sri Purnomo.

Anggota Panwaslu Sleman Divisi Pengawasan Pelanggaran, Sutoto Jatmiko mengatakan dugaan pelanggaran pilkada di dalam kegiatan tersebut tidak terbukti.

"Yang bersangkutan datang atas undangan IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Sleman yang menggelar pelantikan pengurus baru," ungkapnya, Jumat (5/11/2015).

Sebelumnya Sri Purnomo menghadiri kegiatan pengajian yang digelar oleh pengajian yang digelar oleh Bagian Kesra Setda Sleman di Masjid Agung Sleman, Kamis (29/10/2015).

Kegiatan tersebut sejatinya digelar dalam rangka peringatan 1 Muharram atau tahun baru Islam dan di dalamnya juga digelar pelantikan pengurus IPHI Kabupaten Sleman.

Kehadirannya sempat mengejutkan hadirin yang sebagian besar merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI, dan Polri.

Sri Purnomo hadir dengan mengenakan kemeja putih dengan garis batik parijoto.

Pakaian tersebut identik dengan pakaian yang digunakan dalam kegiatan kampanye, baik foto maupun bertemu dengan pendukungnya.

Meski tidak memberikan sambutan sepatah katapun, panitia menempatkan posisi duduk Sri Purnomo di depan hadirin bersama dengan pengurus IPHI Kabupaten Sleman dan Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi.

Terkait dengan pakaian yang dikenakan Sri Purnomo, Sutoto menjelaskan hal tersebut tidak bermasalah meskipun identik dengan kampanye.

Hal ini lantaran pakaian tersebut tidak dapat disamakan dengan atribut kampanye.

"Pakaian tidak bisa dikaitkan dengan atribut kampanye. Misal jika ada paslon yang beribadah di masjid dengan mengenakan pakaian yang dikenakan saat kampanye, ya tidak bisa dimasukan kategori kampanye. Seperti paslon nomor satu yang salat berjamaah di salah satu masjid di Trihonggo beberapa waktu lalu, tidak bisa ditafsirkan sebagai kegiatan kampanye," katanya menjelaskan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved