Pilkada Sleman

Jaringan Pemilih Pemula Ingin Pilkada Bebas Politik Uang

Massa yang menamakan diri Jaringan Pemilih Pemula (JPP) Sleman mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Kamis (5/11/2015)

Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
net
Ilustrasi 

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Massa yang menamakan diri Jaringan Pemilih Pemula (JPP) Sleman mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Kamis (5/11/2015).

Mereka menggelar aksi damai menuntut penyelenggaraan pilkada bersih dan bebas politik uang.

Dalam aksi tersebut, massa menggelar treatikal praktik politik uang yang dilakukan oleh calon bupati. Di dalamnya digambarkan aksi bagi-bagi uang dari calon bupati kepada masyarakat pemilih.

Banyak pemilih yang tergiur dengan uang yang diberikan oleh calon bupati untuk memberikan suaranya.

Digambarkan pula praktik politik uang tersebut juga menyasar kalangan PNS. Namun PNS yang dibeli suaranya itu menolak lantaran ingin bersikap netral.

Koordinator aksi, Panji Astowo mengatakan pilkada semestinya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan pimpinan yang kompeten bagi Kabupaten Sleman.

Dengan demikian, pemimpin yang terpilih dapat memahami masalah yang ada di masyarakat.

"Karena kalau calon saja bermain politik uang, bagaimana calon itu jadi bupati yang baik dan memajukan Kabupaten Sleman," ungkapnya.

Menurutnya permasalahan kecurangan yang terjadi dalam pilkada di Indonesia berupa politik uang masih sangat masif.

Hal ini disebabkan kurangnya pengawasan dan minimnya pemahaman masyarakat akan pendidikan politik.

"Untuk itu diharapkan adanya pemahaman bagi masyarakat melalui pendidikan politik yang didorong oleh semua pihak. Sehingga masyarakat tidak mudah terkecoh dengan politik uang," paparnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved