Breaking News:

Air Embung di Sleman Susut 30 Persen

Kemarau panjang yang berlangsung berdampak pada cadangan air di wilayah Kabupaten Sleman.

Penulis: ang | Editor: oda
tribunjogja/anggapurnama
Warga memancing di Embung Bimomartani, Ngemplak, Rabu (4/11). Sebanyak 27 embung mengalami penyusutan volume hingga 30 persen yang berdampak pada irigasi pertanian di Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kemarau panjang yang berlangsung berdampak pada cadangan air di wilayah Kabupaten Sleman. Air yang tersimpan di sejumlah embung di Sleman mulai menyusut cukup drastis.

Kajian dari Bidang Penyediaan dan Pembinaan Sumber Daya Air (PPSDA) Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, sebanyak 27 embung mengalami penurunan volume. Penurunan yang terjadi sekitar 20 hingga 30 persen.

Kepala Bidang PPSDA, Warsono menyontohkan Embung Pajangan yang memiliki volume sekitar 80 meter kubik menjadi 60 meter kubik atau mengalami penurunan sekitar 20 meter kubik selama musim kemarau ini.

Kondisi tersebut sangat mempengaruhi irigasi di pertanian lantaran tidak terpenuhi kebutuhan pengairannya.

“Sebagian besar embung berfungsi sebagai penyanggah sistem irigasi,” ungkapnya, Rabu (4/11/2015).

Menurutnya selain embung, kemarau panjang yang terjadi juga berdampak pada penyusutan mata air yang ada di Sleman. Dari 218 sumber mata air yang ada, seluruhnya turun debit kecuali Umbul Wadon yang justru mengalami kenaikan debit.

“Debit normal sekitar 540 meter kubik per hari, saat ini kondisinya menjadi 670 meter kubik per hari,” paparnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved