UGM Terjunkan 280 Mahasiswa KKN
Sebanyak 280 mahasiswa UGM secara resmi diterjunkan untuk mengikuti program KKN-PPM UGM semester gasal tahun 2015.
Penulis: tiq | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pristiqa Ayun W.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 280 mahasiswa UGM secara resmi diterjunkan untuk mengikuti program KKN-PPM UGM semester gasal tahun 2015.
Mereka diterjunkan ke beberapa provinsi, antara lain DIY, Jawa Tengah, NTT, NTN mulai tanggal 1 November hingga 31 Desember 2015. Dari jumlah tersebut, 17 diantaranya merupakan mahasiswa asing.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suratman memaparkan bahwa KKN-PPM merupakan jawaban atas kebutuhan pemberdayaan masyarakat.
Sampai dengan tahun 2015, KKN UGM telah dilaksanakan di 27 propinsi, 107 kabupaten, 200 kecamatan, dan 310 desa.
"Jumlahnya semakin meningkat. Ini disebabkan peran serta kemitraan dan pemerintah daerah muncul untuk turut serta membangun Indonesia," kata Suratman, Minggu (1/11/2015).
Suratman berharap luasnya sebaran KKN UGM mampu mendorong perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Mahasiswa diharapkan bisa menjadi agen perubahan dan berperan sebagai motivator, dinamisator, innovator, dan fasilitator bagi masyarakat yang didampinginya.
"Proses ini akan mendorong proses pembelajaran timbal balik antara mahasiswa dan masyarakat. Soft skills mahasiswa maupun masyarakat yang didampingi semakin terbangun," katanya.
Program KKN-PPM juga terbukti mampu menarik perhatian kalangan akademik internasional sebagai kontribusi dunia pendidikan nasional dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Perhatian para akademisi internasional dibuktikan dengan partisipasi dari berbagai perguruan tinggi luar negeri, yaitu ACICIS, University Teknologi Malaysia, dan Hansheo University dalam kegiatan ini.
Sementara Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Irfan Dwidya Prijambada mengatakan selama KKN berlangsung mahasiswa akan didampingi oleh 10 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan satu Dosen Koordinator Kabupaten (KorKab).
"Mahasiswa yang tersebar di beberapa provinsi tersebut mengangkat 10 tema KKN," tandas Irfan. (tribunjogja.com)