Pelajar SMA/ SMK di Klaten Ikuti Jambore Siaga Bencana

Acara yang diadakan di kompleks pendapa Pemkab Klaten itu, juga diwarnai dengan simulasi kebencanaan

Pelajar SMA/ SMK di Klaten Ikuti Jambore Siaga Bencana
Tribun Jogja/ Padhang Pranoto
Seorang siswa peserta jambore sekolah siaga bencana sedang memraktikan ilmu yang diperoleh dalam memberikan pertolongan kepada warga yang patah tulang. Adegan itu merupakan salah satu sandiwara dalam acara jambore di kompleks pendapa Pemkab Klaten, Selasa (27/10/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Memantik kesadaran masyarakat akan potensi bencana di Klaten, sebanyak 40 sekolah setaraf SMA/SMK dilibatkan dalam Jambore Sekolah Siaga Bencana 2015.

Acara yang diadakan di kompleks pendapa Pemkab Klaten itu, juga diwarnai dengan simulasi kebencanaan yang melibatkan siswa dan siswi sekolah menengah atas.

Dimulai pada pukul 08.30 pagi, puluhan siswa memeragakan skenario yang digagas oleh Tim SAR Klaten.

Halaman pendapa dirubah layaknya panggung sandiwara. Mereka mementaskan kembali kenangan gempa 2006 yang melanda daerah Klaten, khususnya Kecamatan Gantiwarno.

Dalam adegan tergambarkan, bagaimana sebuah bencana gempa dapat menghampiri suatu masyarakat tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.

"kami ingin membangkitkan kesadaran masyarakat Klaten akan bahaya bencana di Klaten yang rawan bencana baik gempa maupun erupsi merapi," ujar Asisten Bupati bidang administrasi Setda Klaten, Sri Winoto, saat membacakan sambutan Bupati, Selasa (27/10/2015).

Menurutnya, dengan diselenggarakannya sekolah siaga bencana merupakan realisasi dari perbup 7/2014 tentang pedoman pembelajaran kebencanaan.

Berbekal hal itu maka, pemkab Klaten melalui BPBD Klaten menggelar sekolah siaga bencana secara maraton. Adapun kegiatan tersebut, diikuti lebih kurang 400 peserta dan mengambil tema, "Kami Punya Kapasitas".

Seorang peserta sekolah siaga bencana, Lisa Novitasari mengatakan dengan mengikuti kegiatan tersebut dirinya dapat memetik wawasan tentang kebencanaan.

Selain itu dirinya juga bisa memiliki kemampuan untuk mendirikan tenda.

"Kalau saya ikut sekolah siaga bencana hampir tiap minggu sekali, tepatnya hari Sabtu. Manfaatnya luas sekali saya bisa tahu bagaimana cara menghadapi bencana," ujar siswa kelas XI SMK 4 Klaten itu. (*)

Penulis: pdg
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved