Ini Penampakan Trail Anyar Kawasaki
Hadirnya varian baru Kawasaki New D-Tracker 150 SE dan New KLX 150 BF SE seolah menjadi penanda keseriusan pabrikan tersebut
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pamor sepeda motor jenis trail sepertinya kian bersinar. Ini terjadi seiring mewabahnya tren penggunaan tunggangan ini untuk keperluan harian di kalangan anak muda belakangan ini.
Hal itu pun menjadi fenomena menarik yang digarap dengan sungguh-sungguh oleh Kawasaki Indonesia.
Hadirnya varian baru Kawasaki New D-Tracker 150 SE dan New KLX 150 BF SE seolah menjadi penanda keseriusan pabrikan tersebut untuk membuktikan dominasinya di pasar motor trail nasional.
Keduanya dilengkapi dapur pacu 150cc 4-tak, suspensi depan Up Side Down serta ukuran ban yang lebih besar dengan ring 17”.
Tentu saja, potensi pasarnya memang masih sangat besar seiring tren yang mewabah.
Kawasaki pun boleh dibilang menjadi pabrikan utama yang menghadirkan seri motor trail secara konsisten dan harga produk lebih affordable (terjangkau) bagi segmen ekonomi menengah.
“Sekarang ini di Indonesia maupun wilayah ASEAN trennya adalah motor trail. Banyak anak muda yang pakai trail, termasuk untuk penggunaan keseharian. Jadi, potensi marketnya masih sangat besar dan Kawasaki adalah satu-satunya pabrikan Jepang yang punya motor trail,” kata Lukas Kurniawan Susabda, General Marketing PT Sumber Buana Motor (SBM) Kawasaki Yogyakarta, Senin (26/10/2015).
Lukas mengatakan, market motor trail secara nasional terus berkembang hampir tiga kali lipat menjadi 5.000-6.000 unit per bulan dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini juga dipengaruhi tren penggunaan motor trail dari medan offroad ke penggunaan sehari-hari oleh kalangan anak muda.
Maka itu, Kawasaki masih demen untuk menggarap segmen tersebut.
Adapun di wilayah DIY, penjualan SBM untuk KLX 150 dan D-Tracker 150 mencapai 200-300 unit per bulan. Lukas mengakui bahwa dua motor ini cukup laris diminati konsumen.
Tak heran, ada masa inden sebulan sebelum konsumen bisa mendapatkan unitnya di tangan menyusul tingginy angka permintaan pasar.
Adapun seri KLX dijual pada level harga on the road mulai Rp27.900.000 untuk wilayah DIY.
“Target konsumen utamanya jelas anak muda usia 16-35 tahun sesuai tren saat ini. Sekarang kan juga banyak anak SMA yang pakai KLX untuk kebutuhan tranportasi ke sekolah maupun hariannya. Dulu memang untuk keperluan offroad tapi sekarang sudah jadi kebutuhan untuk transportasi harian,” kata Lukas. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/trail_35463546_20151027_140539.jpg)